Berjualan Komoditas Pertanian hingga Malam, Tekan Kerugian

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Musim buah segar jenis durian, rambutan, mangga dan berbagai buah jadi peluang bagi pelaku usaha. Sejumlah strategi dilakukan pedagang agar komoditas pertanian yang dijual lebih banyak laku dan terhindar dari kerugian.

Sodikin, salah satu pedagang buah menyebut kendala pembusukan menjadi penyebab kerugian. Ia memilih berjualan selama 24 jam agar stok buah terjual.

Sejumlah buah segar yang disediakan merupakan hasil panen petani asal Jawa Barat dan Sumatera Utara. Beberapa buah segar jenis duku, mangga dan durian didatangkan dari Sumatera Selatan dan Bengkulu.

Buah lokal asal Lampung di antaranya buah naga merah, durian serta pisang. Penjualan produk pertanian sebutnya kerap harus berpacu dengan waktu karena tidak awet.

Sodikin bilang, berbagai buah segar tersebut dijual pada lapaknya dengan sistem sortir. Buah akan dipilih dari tingkat kematangan, ukuran lalu dikelompokkan dalam keranjang khusus.

Ukuran dan kesegaran buah akan mempengaruhi harga. Berbagai jenis buah sebutnya dijual mulai harga Rp10.000 hingga Rp25.000 per kilogram. Pada kondisi normal omzet bisa mencapai ratusan hingga jutaan per hari sesuai jumlah buah terjual.

“Menjual produk pertanian saat ini harus pintar menyortir karena kondisi cuaca didominasi penghujan berimbas pada cepatnya proses pembusukan, tampilan buah juga harus selalu segar dengan cara dilap dan lampu terang agar menarik pelanggan,” terang Sodikin saat ditemui Cendana News, Senin malam (15/2/2021).

Berjualan buah segar sebutnya memakai modifikasi mobil, tenda dan lapak untuk meletakkan keranjang. Sodikin bilang mendapat pasokan dari distributor buah di pasar Tugu tempatnya berjualan.

Normalnya ia bisa menjual berbagai buah segar selama 24 jam. Namun imbas pembatasan jam operasional selama pandemi Covid-19 ia hanya berjualan hingga jam 22.00 WIB.

Berbagai jenis buah segar yang dijual sebutnya maksimal bisa bertahan hingga sepekan. Saat awal membeli dari distributor ia mendapatkan buah dalam bentuk kotak palet.

Proses penyortiran akan dilakukan agar ia bisa menjual beragam buah dengan tingkat kematangan berbeda. Buah yang masih setengah matang akan disimpan agar konsumen membeli yang matang.

“Penjual komoditas pertanian jenis buah segar sistem berjualan pinggir jalan tidak memiliki mesin pendingin sehingga buah cepat busuk,” cetusnya.

Pedagang buah lain bernama Susanto menyebut tingkat konsumsi buah meningkat. Kendala pedagang komoditas pertanian sepertinya sejumlah buah segar tidak tahan lama.

Ia bahkan menyebut sistem distribusi, pengemasan, penyajian saat penjualan masih memakai teknik tradisional. Berbeda dengan penjualan buah pada pasar modern yang dikemas dengan bahan khusus dan dalam suhu dingin.

“Strategi pedagang buah segar dengan tetap membuka lapak hingga malam agar dagangan cepat laku,” terang Susanto.

Jenis komoditas pertanian yang dijual hingga malam hari dilakukan sejumlah pedagang di Jalan Sultan Agung.

Hendrawan, pedagang buah durian menyebut memanfaatkan melimpahnya hasil panen durian. Pasokan buah durian diperoleh dari wilayah Bengkulu, Sumatera Selatan. Jenis komoditas durian bisa dijual dalam kondisi segar. Ia menjual durian mulai harga Rp30.000 hingga Rp100.000 sesuai jenis durian.

Musim buah durian dimanfaatkan Hendrawan (kiri) yang menjual berbagai jenis durian di Jalan Sultan Agung, Way Halim, Bandar Lampung, Senin malam (15/2/2021) – Foto: Henk Widi

Risiko menjual buah durian sebutnya saat tidak laku terjual berpotensi membusuk. Namun dengan teknik fermentasi ia tetap bisa mengolah daging buah durian yang tidak terjual.

Daging buah tersebut akan disimpan dalam lemari pendingin. Produk turunan buah segar durian bisa menjadi sup durian, minuman hingga dodol.

Buah durian juga masih bisa digunakan untuk pembuatan sambal tempoyak yang laku dijual.

Lihat juga...