Berkunjung ke Bekasi, DPRD Tanggamus Belajar Pengembangan UMKM

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Dinas Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, selama masa pandemi Covid-19 melakukan upaya penguatan permodalan melalui pinjaman Bank Syariah Patriot bagi pelaku UKM binaan wilayah setempat dengan bunga relatif rendah.

“Berbicara dampak Covid-19 tentu pelaku UMKM sangat terdampak, bahkan bisa dikatakan 50 persen menurun pendapatannya,” kata Kasie Promosi Dinas UMKM dan Koperasi, Agus Sofyan, memberi penjelasan saat menerima kunjungan kerja dari DPRD Kabupaten Tanggamus, Lampung, Selasa (23/2/2021).

Menurutnya, apa yang terjadi pada pelaku UMKM di wilayah Kota Bekasi sudah dilaporkan ke Bapenda salah satunya seperti penyebab daya beli turun, penjualan tidak laku, hingga akhirnya berdampak pada pelaku UMKM.

Kebijakan pun dikeluarkan dengan penguatan, di antaranya pinjaman oleh Bank Syariah Patriot kepada para pelaku usaha UMKM di masa pandemi Covid-19.

“Catatan, bunganya rata–rata 4 persen/tahun dan peminjam merupakan pelaku UMKM binaan yang memiliki Surat Keterangan Binaan (SKB) dari Dinas Koperasi dan UMKM,” tandasnya.

Kunjungan Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus, Lampung tersebut di antaranya diwakili Didik Setiawan didampingi Ketua Komisi III DPRD Tanggamus, Iskandar Junet, diterima oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Teddy Hafni.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bekasi, Teddy Hafni, saat bertemu DPRD Tanggamus, Selasa (23/2/2021) – Foto: Muhammad Amin

Teddy  menyatakan bahwa konsep wisata di wilayah Kota Patriot lebih ke arah perdagangan dan jasa.

“Kota Bekasi memiliki banyak titik lokasi kuliner dan hiburan. Meski begitu masih ada destinasi wisata alam seperti hutan bambu, Curug Parigi, Situ Rawagede dan lainnya,” jelas Teddy.

Pimpinan rombongan dari DPRD Tanggamus, Didik Setiawan mengakui, bahwa kunjungan ke Kota Bekasi untuk melihat langsung pengembangan UMKM dan wisata di era pandemi Covid-19.

“Kami ke sini untuk melihat pengembangan destinasi wisata dan keberlangsungan UMKM masa pandemi Covid -19. Harapannya pulang dari sini ada beberapa hal yang bisa diterapkan dalam pembangunan pariwisata dan pengembangan UMKM di wilayah Kabupaten Tanggamus,” kata Didik.

Didik juga mengakui wilayah Tanggamus dan Bekasi berbeda. Tanggamus diakuinya, dari sisi UMKM, pengembangannya masih belum maksimal. Begitu pun sektor pariwisata.

“Tanggamus memiliki pegunungan, daratan yang cukup luas, dan kita masih fokus pada bidang perkebunan serta pertanian, sehingga masih harus menunggu dalam mengembangkan pariwisata. Kami pun berharap dengan adanya kunjungan ini bisa ada kiat-kiat dalam menarik daerah lain untuk berkunjung ke Tanggamus dan UMKM bisa lebih hidup,” jelas Didik.

Dia pun memberikan beberapa jenis kopi produk Tanggamus. Didik berharap produk kopi Tanggamus bisa mengisi galeri UMKM di Kota Bekasi.

Lihat juga...