BMKG Menyebut, Hingga Pekan Depan Cuaca di Sumbar Cerah

Debit air di salah satu sungai di Kota Padang mulai berkurang akibat cuaca panas – foto Ant

PADANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meteorologi kelas II Minangkabau Padang Pariaman menyebut, cuaca cerah akan terjadi Sumatera Barat (Sumbar) hingga pekan depan.

Korbid Observasi dan Informasi Stasiun BMKG Minangkabau, Yuda Nugraha mengatakan, angin musim Asia mempengaruhi kondisi cuaca di Sumbar. Diprediksi, hal itu akan berlangsung hingga pekan depan.

Menurutnya, sejak awal Februari 2021 peluang hujan cukup di Sumatera Barat (Sumbar). Kondisi cuaca didominasi cerah berawan, baik di siang maupun malam hari.

Selain itu, angin musim Asia mempengaruhi kondisi udara dengan menggeser massa udara basah di Sumbar ke selatan dan tenggara, sehingga akumulasi udara basah berkumpul di wilayah Selatan Sumatera dan Jawa. “Kedua daerah ini memiliki intensitas hujan yang cukup tinggi,” jelasnya.

Kondisi cuaca di Sumbar cenderung cerah dan kelembaban sangat tinggi, menjadi kondisi cuaca pada siang hari cenderung panas dengan suhu bisa mencapai 33 derajat. “Kondisi itu masih normal belum masuk kondisi ekstrim,” tandasnya.

Sementara itu warga Kota Padang mulai merasakan dampak cuaca panas seperti di kawasan Batang Arau dan Seberang Palinggam Kota Padang, mengalami kesulitan air bersih. Hal itu membuat BPBD Kota Padang menyalurkan air bersih kepada masyarakat pada Selasa (16/2/2021) dan Rabu (17/2/2021), total ada 25 ribu liter air, yang disalurkan pada saat itu.

Selain itu Dinas Pertanian Kota Padang mencatat, lebih dari 300 hektare luas sawah warga di sejumlah kecamatan terancam gagal panen, akibat kekeringan yang terjadi sebulan terakhir.

Mulai dari Kecamata Bungus Teluk Kabung, Nanggalo dan Lubuk Kilangan. Untuk Kecamatan Bungus Teluk Kabung terdiri dari Kelurahan Bungus Barat seluas 190 hektare, Bungus Selatan 35 hektare, Teluk Kabung Utara 97,5 hektare,Teluk Kabung Selatan 18 hektare.

Kemudian Teluk Kabung Tengah seluas 40 hektare, Bungus Timur seluas 10 hektare. Kemudia Tabiang Banda Gadang Kecamatan Nanggalo seluas 0,25 hektare dan Koto Lalang Kecamatan Lubuk Kilangan. Total luas lahan yang terdampak kekeringan mencapai 394,25 hektare dan lahan yang sudah ditanami saat ini mencapai 239,25 hektare. (Ant)

Lihat juga...