BMKG Terus Kaji Penyebab Peningkatan Gempa Januari 2021

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih terus mengkaji aktivitas gempa yang mengalami peningkatan pada Januari 2021. Walaupun, hingga saat ini, karena hasilnya belum memuaskan maka tidak dapat dipublikasikan.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyampaikan, pada Januari 2021 terjadi peningkatan gempa dirasakan (felt earthquake) Year on Year.

Kabid Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono, S.Si, M.Si, saat dihubungi, Selasa (28/4/2020) lalu – Foto: Ranny Supusepa

“Terjadi peningkatan felt earthquake. Tahun 2020 hanya 54 kali, sementara tahun ini, terjadi hingga 85 kali. Dan, hingga saat ini masih dilakukan penganalisaan penyebabnya,” kata Daryono saat dihubungi, Rabu (3/2/2021).

Selama bulan Januari 2021 hampir setiap hari di wilayah Indonesia terjadi gempa dirasakan bahkan pada 14 Januari 2021, dalam sehari terjadi gempa dirasakan sebanyak 8 kali.

Gempa tektonik terjadi sebanyak 646 kali dalam berbagai magnitudo dan kedalaman di wilayah Indonesia. Lebih tinggi dibandingkan rata-rata bulan Januari, yaitu sebanyak 555 kali.

“Aktivitas gempa di wilayah Indonesia didominasi gempa kecil dengan kekuatan kurang dari 5,0 terjadi sebanyak 619 kali. Sedangkan gempa signifikan dengan magnitudo di atas 5,0 terjadi 27 kali,” urainya.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, para peneliti baru pada tahap memantau. Belum bisa menjelaskan penyebab peningkatan gempa itu sendiri.

“Masih sulit diterangkan. Ada kemungkinan perubahan pola tegangan global dan regional dapat ini. Tetapi masih terus dikaji,” ungkapnya.

Peta seismisitas dapat mengidentifikasi zona aktif gempa Januari 2021, yaitu Aceh, Nias, Bengkulu, Lampung, Lombok, Sumbawa, Sumba, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Laut Maluku, dan Seram.

Dan potensi gempa di zona aktif ini akan masih terus berlanjut di bulan Februari, dinyatakan Daryono sebagai hal yang mungkin terjadi.

“Bisa jadi beberapa zona aktif itu masih berlanjut tetapi juga bisa luruh dan berpindah ke tempat lain zona aktifnya,” pungkasnya.

Lihat juga...