Bubur Ayam Betawi Kriuk Pakai Caipo

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Bubur ayam tradisional di Nusantara memiliki banyak ragam. Tiap daerah punya racikan atau istilah topping berbeda-beda. Salah satunya, adalah khas Betawi, yang memiliki keunikan sendiri.

Bubur ayam Betawi, punya racikan berbeda, selain ayam suwir, memiliki ciri khas tersendiri memakai topping cakwe, dan uniknya menggunakan caipo yang telah digoreng kriuk, sebagai tambahan campuran taburan.

“Caipo sering juga disebut Tongcai. Bahan bakunya itu dari lobak. Diiris kecil-kecil hingga membuat kriuk saat dikunyah bersama bubur ayam,” kata Irma, yang biasa mangkal di Griya Asri, Sumber Jaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (13/2/2021).

Kepada Cendana News, Irma mengaku menyebut bubur ayam yang dijualkan khas Betawi Sumberjaya, Tambun. Ia sudah 7 tahunan mangkal di lokasi tersebut melanjutkan usaha orang tuanya.

Menurutnya, saat ini memang jarang dijumpai bubur ayam Betawi, padahal rasanya berbeda dibanding daerah lainnya karena dikenal lebih cair, dan tidak menggunakan kuah terlalu banyak.

“Bubur ayam khas Betawi ini istimewa, karena kriuk Caipo, dicampur irisan daun Saledri, sambal dan bawang goreng,” imbuhnya mengaku tidak ada taburan kacang kedelai.

Irma, penjual bubur Ayam Betawi, di Griya Asri, Desa Sumberjaya, Tambun Selatan, Sabtu (13/2/2021). Foto: Muhammad Amin

Tapi, jelasnya cukup diminati, karena rasanya yang khas kriuk Caipo dipadu cakwe yang menyerap pada bumbu bubur ayam.

Mama Irma, menyebut dalam proses pembuatan bubur ayam sama dengan lainnya, menggunakan beras. Hanya mungkin berbeda pada kekentalan, yang tidak cair.

Mang Ajo, pengurus persatuan bubur ayam Betawi memiliki gerai di beberapa titik wilayah Jakarta, mengaku keunikannya karena air. Tidak kental seperti bubur ayam ditempat lainnya.

“Bubur ayam Betawi ini, sampai sekarang, memang jarang yang mangkal. Rata-rata mereka mengaku habis waktu karena mangkal, lebih baik berkeliling” ujar Mang Ajo.

Padahal, mangkal juga masih menjanjikan, asalkan rasanya menggugah selera pelanggan pasti akan kembali lagi.

Untuk saat ini, dia fokus mengurus bubur ayam yang mangkal untuk diajak bisa bergabung dan mau berjualan melalui market place agar bisa berjualan online.

“Kami ajarkan cara kemasan dan teknik pemotretannya. Karena berjualan online itu ada pada tampilan agar bisa menarik. Tapi tentunya tidak melupakan rasa, karena jika hanya tampilan maka pemesanan tidak lagi kembali,” ujarnya.

Lihat juga...