Bulog Jateng Pastikan Siap Serap Beras Hasil Petani

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Jelang panen raya padi, yang diperkirakan pada bulan Maret – April 2021 mendatang, Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah memastikan akan menyerap hasil beras dari para petani.

“Panen raya yang diprediksi sebelum awal puasa, akan mampu menambah stok pengadaan beras. Terkait pengadaan beras, pada tahun ini kita menargetkan sebanyak 204.000 ton. Target tersebut akan dipenuhi empat cabang di wilayah Jateng, kecuali Eks Karesidenan Kedu dan Banyumas,” papar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jateng, Miftahul Ulum saat dihubungi di Semarang, Jumat (5/2/2021).

Dipaparkan, untuk pengadaan beras, pihaknya masih mengacu ketentuan pemerintah, dengan Permendag Nomor 24, dimana harga beli Bulog ditetapkan Rp8.300 per kilogram.

“Jadi harga pokok penjualan (HPP) ini sudah ditentukan oleh pemerintah. Jadi nanti akan kita lihat, jika harga di pasaran lebih tinggi dibandingkan ketentuan HPP, kita akan tunggu dulu. Jika harga di tingkat petani sesuai HPP, baru kita lakukan pembelian,” terangnya

Miftahul menjelaskan, untuk memenuhi target pengadaan beras sepanjang tahun 2021, pihaknya juga telah menyusun sejumlah strategis. Termasuk, salah satunya dengan optimalisasi seluruh cabang di Eks Karesidenan Semarang, Pekalongan, Solo dan Pati, untuk pendekatan kepada mitra-mitra petani dan calon mitra.

“Fokus kami nantinya pada on farm, supaya hasil dari panen petani bisa dibeli. Dengan begitu, petani sebagai mitra kami juga mendapatkan harga yang sesuai,” tandasnya.

Di satu sisi, saat ini Perum Bulog Kanwil Jateng juga terus menyalurkan beras ke pasaran melalui masing-masing cabang. Dirinya pun meminta masyarakat tidak khawatir, dengan ketersediaan stok beras, sebab saat ini seluruh stok beras yang tersimpan di 30 kompleks pergudangan di wilayah Bulog Jateng, mencapai kurang lebih 50.000 ton beras.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, karena ketersediaan maupun pasokan beras di pasaran tetap aman. Bahkan, stok yang ada saat ini jumlahnya masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran 2021 mendatang,” katanya.

Dijelaskan, stok beras yang tersedia di 30 kompleks pergudangan tersebut, juga dialokasikan untuk memenuhi permintaan dari kabupaten/kota terkait cadangan beras pemerintah kebencanaan. Setiap kabupaten/kota mendapat jatah 100 ton beras, dan untuk provinsi sebanyak 200 ton beras, yang digunakan di saat terjadi bencana alam.

“Bulog diminta untuk menyiapkan beras untuk cadangan bagi pemerintah daerah, jika terjadi sesuatu hal kebencanaan. Namun sifatnya ini hanya saat terjadi kebencanaan, jika tidak ada kebencanaan, maka daerah tidak boleh mengajukannya. Seperti pada situasi erupsi Merapi di wilayah Klaten atau Boyolali, jika pemerintah daerah atau provinsi mengajukan pasti akan kita bantu,” jelasnya.

Lihat juga...