BUMDes Au Wula Desa Detusoko Barat Kembangkan Homestay

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

ENDE — Menyambut kunjungan wisatawan ke Desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Au Wula mengembangkan homestay bersama masyarakat.

Kepala Desa Desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, NTT, Ferdinandus Watu saat ditemui di areal persawahan di desanya, Rabu (13/1/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Kami menjadi desa wisata sehingga harus menyediakan homestay. BUMDes yang mengelolanya,” kata Kepala Desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, NTT saat dihubungi Cendana News, Minggu (21/2/2021).

Nando sapaannya menyebutkan, pola pariwisata yang mereka kembangkan di desanya merupakan pariwisata berbasis masyarakat, dimana semuanya dikelola oleh BUMDes Au Wula.

Dia sebutkan, BUMDes Au Wula memiliki dua unit usaha yakni pariwisata dan perdagangan dimana dalam sektor pariwisata dijual paket-paket wisata kepada wisatawan yang bisa dilihat dalam decotourism.id

“Untuk unit perdagangan, BUMDEs juga menyediakan produk lokal yang dikemas untuk dijadikan kuliner atau oleh-oleh untuk dijual kepada para wisatawan yang berkunjung dan menginap di desanya,” ucapnya.

Nando menjelaskan, untuk konsep home stay pemerintah desa melalui BUMDes mendorong masyarakat untuk menyediakan satu buah kamar di rumahnya untuk dijadikan penginapan bagi wisatawan.

Ia mengaku gembira sebab sudah ada 17 homestay di desanya yang mulai dikembangkan sejak 2018 lalu dan sudah sebanyak 1.120 wisatawan yang menginap.

“Biaya menginap semalam hanya 150 ribu rupiah sudah termasuk makan dan minum. Ada juga rumah bambu yang disewa semalam dengan harga Rp350, termasuk biaya makan dan minum,” ucapnya.

Nando mengaku optimis prospek wisata di desanya bisa berkembang dan menghasilkan pendapatan bagi masyarakat serta BUMDes karena setiap tahunnya minimal 91 ribu wisatawan berkunjung ke Danau Kelimutu.

Sementara itu pelaku wisata yang juga pemandu wisata yang biasa mengantar wisatawan ke Danau Kelimutu, Elisia Digma Dari mengaku sering juga mengantar wisatawan menginap di home stay di Desa Detusoko Barat.

Elis yang juga anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Sikka ini menyebutkan, wisatawan asing paling senang menginap di home stay atau rumah warga karena bisa berinteraksi dengan warga dan ikut beraktifitas bersama warga.

“Wisatawan asing paling hanya mementingkan kebersihan kamar mandi dan toilet termasuk kamar tidur,” ungkapnya.

Kalau soal makanan dan minuman tambah Elis, wisatawan tidak jadi masalah karena mereka juga bisa makan makanan yang dimakan pemilik rumah tetapi lebih banyak sarapan roti dan keju.

Lihat juga...