BUMDes Au Wula Desa Detusoko Barat Pasarkan Produk Petani

Editor: Makmun Hidayat

ENDE — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Au Wula, Desa Detusoko Barat, Kecamatan  Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur  (NTT) nominator 10 besar BUMDes terbaik nasional tahun 2020, menjual berbagai produk kerajinan tangan dan hasil-hasil pertanian milik para petani di Desa Detusoko Barat dan delapan desa lainnya yang ada di tiga kecamatan.

“BUMDes Au Wula memiliki unit perdagangan dimana kita menjual produk lokal petani seperti Kopi Detusoko, beras hitam, selai kacang dan lainnya,” kata Kepala Desa Detusoko Barat, Ferdinandus Watu saat dihubungi Cendana News, Selasa (16/2/2021).

Nando sapaannya mengatakan, pandemi corona membuat pemerintah desa  berpikir untuk memasarkan produk pertanian secara daring melalui aplikasi Dapur Kita.

Kepala Desa Detusoko Barat, Ferdinandus Watu saat ditemui di kantornya, Selasa (12/1/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Dia beralasan, sepinya pasar akibat pandemi corona membuat produk pertanian banyak yang tidak laku terjual sehingga para petani pun mengalami penurunan pendapatan.

“Kami awalnya menjalin kerja sama dengan Relawan Covid-19 Keuskupan Agung Ende menjual produk petani melalui media sosial Facebook. Kita siapkan template menjual produk para petani,” ungkapnya.

Nando pun mengaku terbantu setelah BUMDes Au Wula mendapat dukungan dari Kementerian Desa melalui pengembangan template dapurkita.bumdesmart.id dengan menjual aneka produk pertanian berbasis WhatsApp store.

Ia menjelaskan, penjualan saat ini masih terbatas seminggu dua kali setiap hari rabu dan sabtu untuk pemesanan yang dilayani sementara bagi wilayah Kabupaten Ende dan Kabupaten Sikka.

“Stok sayuran dan produk pertanian lainnya kita dapatkan dari 60 petani yang ada di Desa Detusoko Barat dan 8 desa lainnya di 3 kecamatan sekitar.Kami juga menggandeng jasa ojek untuk mengantarkan pesanan,” ungkapnya.

Sementara itu, Elisia Digma Dari, selaku penyalur produk Dapur Kita milik BUMDes Au Wula di Kabupaten Sikka mengakui, produk pertanian yang dijual mendapat respon baik pembeli.

Elis sapaannya mengaku, setiap hari sabtu pihaknya menyalurkan pesanan kepada para pembeli di Kabupaten Sikka dengan menggunakan jasa ojek sepeda motor sehingga bisa memberikan pendapatan bagi para pengojek.

“Memang permintaan belum terlalu banyak namun kita optimis penjualan terus mengalami peningkatan karena produk pertanian yang dijual merupakan produk organik,” ungkapnya.

Lihat juga...