Ciracas Wujudkan Ketahanan Pangan dengan Taman Pangan

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – RW 04 Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur, sukses mengembangkan taman pangan di lahan kosong yang berada di lingkungan warga. Taman pangan ini dikelola untuk mewujudkan ketahanan pangan bagi warga RW 04, di tengah pandemi Covid-19 yang melanda.

“Memanfaatkan lahan kosong untuk bertani sayuran dan tanaman produktif, dalam memenuhi kebutuhan warga di masa pandemi Covid-19,” kata Sujud Hervin, Ketua Seksi Lingkungan Hidup RW 04 Kelurahan Ciracas, kepada Cendana News, saat ditemui di Taman Pangan, Senin (8/2/2021).

Aneka tanaman produktif ditanam di area taman pangan itu, di antaranya kangkung, pokcai, sawi, bayam, cabai merah, jambu, pisang, dan lainnya.

Proses menanam sayuran dimulai dengan pembibitan hingga merawat dan mengelola hasil panen. Semua bibit sayuran ditebar di penggalan lahan di area Taman Pangan itu. Sedangkan untuk pohon pisang dan singkong langsung ditanam di dalam tanah.

“Contohnya kangkung ini, bibitnya ditebar di tanah yang sudah digemburkan. Lalu, dirawat dengan rajin menyiramnya, hingga tumbuh dan siap dipanen setelah usia tanamnya satu bulan,” ujar Sujud.

Semua jenis sayuran, menurutnya dapat dipanen setelah usia tanam satu bulan. Sekali panen sayuran bisa menghasilkan puluhan kilogram, seperti bayam merah itu bisa 20-30 kilogram. Begitu pula dengan sawi, pokcai dan kangkung.

Hasil panen sayuran sementara ini dijual kepada warga dengan harga Rp15.000 per kilogram untuk semua jenis sayuran.

Untuk hasil penjualan dimasukkan kas RW dan RT, yang nantinya digunakan untuk perawatan dan pengembangan urban farming, seperti Taman Pangan.

Pengelolaan taman pangan ini, menurutnya dalam upaya pengembangan urban farming atau pertanian kota di lingkungan berlahan sempit.

“Sehingga, diharapkan semua warga tergerak melalukan penghijauan di lingkungan, tidak hanya di Taman Pangan yang dikelola kader RW dan RT,” Katanya.

Diharapkan, mereka juga menanam sayuran di halaman rumahnya, baik itu di pot atau dengan sistem hidroponik, untuk mencukupi kebutuhan sayur di masa pandemi ini.

“Alhamdulillah, warga juga semangat nanam sayuran di halaman rumahnya, ada kesadaran yang sangat tinggi untuk menghijaukan lingkungan,” ucap Sujud.

Menurutnya, urban farming terus digalakan di lingkungan RW 04 dengan melakukan kegiatan ketahanan pangan menanam ragam sayuran. Sehingga, diharapkan RW 04 dengan gerakan pangan ini dapat menjadi barometer dari kehidupan perkotaan yang berlahan sempit.

“Program satu rumah dua pot, kini jadi 4 pot yang isinya rimbun tanaman sayuran dan tanaman obat (toga). Jadi, kesadaran cinta lingkungan hijau,” ujarnya.

Selain menanam ragam jenis sayuran, menurutnya dalam upaya ketahanan pangan di lingkungan RW 04 juga diadakan budi daya ikan lele.

Ke depan, pihaknya akan terus memanfaatkan lingkungan untuk program ketahanan pangam di tengah pandemi Covid-19.

“Kader RW dan RT bersinergi dengan warga mengembangkan inovasi dalam menjaga ketahanan pangan di lingkungan,” pungkasnya.

Lihat juga...