Data Terpadu Mudahkan Bangun Ekosistem UMKM

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati, menilai selama ini banyak program pemerintah tidak efektif karena terkendala persoalan data usaha mikro dan ultra mikro yang masih terfragmentasi.

Menurutnya, hal itu menyulitkan pemerintah untuk menyalurkan anggaran bantuan sosial (bansos) program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Maka , Enny berharap pemerintah perlu menyediakan pusat data untuk pelaku usaha mikro dan ultra mikro.

“Saat ini, data usaha mikro dan ultra mikro masih fragmented. Kalau ada pendataan satu pintu, pastinya memudahan pemerintah dalam penyaluran bantuan. Data ini juga memudahkan untuk membangun ekosistem Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terintegritas atau terpadu,” ungkap Enny, pada webinar tentang UMKM yang diikuti Cendana News di Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Pendataan terpadu, menurutnya dapat menjadi akses untuk meningkatkan usaha pelaku ultra mikro, mikro dan kecil naik kelas. Juga dapat mempermudah akses pembiayaan atau permodalan. Apalagi, selama ini bank pemerintah hanya mampu menjangkau usaha-usaha yang bankable.

“Mayoritas usaha mikro dan ultra mikro itu adalah unbankable yang banyak digarap oleh pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM),” ujarnya.

Permodalan kedua perusahaan tersebut juga dinilainya sangat terbatas, sehingga kemudian berdampak kepada pembiayaan pelaku usaha mikro dan ultra mikro harus membayar bunga tinggi.

Lebih lanjut dia menegaskan, bahwa konsolidasi sejumlah Badan Umum Milik Negara (BUMN), yaitu Bank Rakyat Indonesia, PT Pegadaian, dan  PT PMI sangat baik untuk mendorong penyelamatan UMKM yang terdampak Covid-19. Sinergi BUMN menjadi peluang integritas untuk meningkatkan efisiensi pembiayaan bagi usaha mikro dan ultra mikro.

“Yang tadinya mereka itu tidak bankable, sekarang ini pinjamannya bisa Rp2 juta-Rp10 juta. Nah, kalau pinjaman Rp20 juta-Rp30 juta bisa ke pegadaian. Sedangkan  di atas Rp50 juta bisa ke BRI,” pungkasnya.

Lihat juga...