DCML Bantar Agung Siap ‘Launching’ Internet Masuk Desa

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAJALENGKA – Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Bantar Agung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, saat ini tengah mempersiapkan launching program internet masuk desa.

Program yang didukung penuh oleh Yayasan Damandiri ini menjawab kebutuhan masyarakat desa yang memang masih minim sarana internet.

Ketua Koperasi Bantar Agung, Heryanto mengatakan, di Desa Bantar Agung jaringan internet masih sangat minim dan untuk jaringan seluler juga masih sedikit yang bisa menjangkau. Sehingga kebutuhan masyarakat akan jaringan internet banyak yang belum terpenuhi.

“Program internet masuk desa ini berawal dari masukan masyarakat serta para tokoh di desa ini, karena jaringan internet memang masih sangat minim. Kemudian kita ajukan ke Yayasan Damandiri dan disetujui, persiapan sudah berjalan dan bulan depan kita siap untuk launching,” kata Aher, sapaan Heryanto kepada Cendana News, Jumat (26/2/2021).

Lebih lanjut Aher menjelaskan, saat ini untuk program internet masuk desa tinggal pemasangan alat saja. Pada bulan pertama launching, internet digratiskan untuk seluruh warga desa selama satu bulan penuh. Setelah itu, pihak koperasi akan menjual voucher internet seharga Rp 30.000 untuk per bulan.

“Untuk jaringannya kita menggunakan wifi dan nanti koperasi akan menjual voucher internet kepada warga desa. Dalam satu bulan masyarakat hanya perlu membeli voucher seharga Rp 30.000 dan mereka bisa mengakses internet selama 24 jam setiap harinya dan unlimited. Untuk penjualan voucher dimulai bulan April dan bulan Maret, nanti semuanya masih diberikan secara gratis,” terangnya.

Menurut Aher, program internet masuk desa ini juga sekaligus menjawab kebutuhan anak-anak sekolah yang selama pandemi Covid-19 harus melakukan pembelajaran jarak jauh dari rumah. Anak-anak ini membutuhkan sarana internet untuk bisa mengakses pembelajaran daring sekolah masing-masing.

Modal awal untuk usaha pembukaan jaringan internet ini, Yayasan Damandiri mengeluarkan biaya sekitar Rp80 juta hingga Rp90 juta. Modal tersebut untuk pembukaan jaringan baru, pembelian alat-alat seperti bandwidth, modem dan lain-lain.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Bantar Agung, Samhari mengatakan, sangat menyambut baik program internet masuk desa yang diluncurkan Yayasan Damandiri melalui Koperasi Bantar Agung. Menurutnya, internet saat ini sudah menjadi kebutuhan warga desa, terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

“Kita ingin anak-anak kita bisa belajar daring dengan lebih mudah, bisa mengakses internet dari rumah masing-masing, sehingga tidak perlu berkumpul dan berkerumun. Karena itu, kita sangat berharap program internet masuk desa dari Yayasan Damandiri ini bisa segera terwujud,” harapnya.

Lihat juga...