DCML Samiran Binaan Damandiri Angkat Perekonomian Warga

Editor: Makmun Hidayat

BOYOLALI — Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Samiran yang terletak di Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah dianggap menjadi salah satu contoh sukses program pemberdayaan berbasis desa yang dijalankan Yayasan Damandiri sejak kurun waktu tiga tahun terakhir. 

Selain mampu menggerakkan perekonomian masyarakat desa dengan memanfaatkan potensi wisata yang dimiliki, adanya program DCML selama tiga tahun terakhir juga terbukti mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa sekitar.

Hal tersebut diungkapkan Bendahara Yayasan Damandiri, Siswanto Djojodisastro. Ia menilai DCML Samiran dengan Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran sebagai motor penggerak, telah mampu mengubah kondisi ekonomi masyarakat menjadi jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

“Desa Samiran merupakan contoh konkret keberhasilan program DCML. Selama 3 tahun berjalan, sudah bisa terlihat perubahannya. Karena mereka sudah bisa mandiri. Warga yang semula tidak punya penghasilan, kini bisa mendapatkan penghasilan secara kontinu. Dengan kata lain tingkat kemakmuran masyarakat sudah meningkat,” ujarnya belum lama ini.

Hal tersebut juga diakui Kepala Desa Samiran, Herman. Ia mengakui adanya program Desa Cerdas Mandiri Lestari yang dijalankan oleh Yayasan Damandiri, telah mampu mengangkat perekonomian warga masyarakat desa Samiran yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani.

“Keberadaan program Desa Cerdas Mandiri Lestari yang dijalankan Yayasan Damandiri memang sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh sebagian warga desa. Seperti melalui program homestay, cafe, dan lain-lain. Memang belum bisa menyeluruh. Namun secara umum adanya program Yayasan Damandiri telah mampu mengangkat ekonomi warga,” katanya.

Herman sendiri berharap ke depan pihak Yayasan Damandiri serta Pemerintah Desa bisa dapat saling terus bersinergi, agar dapat bersama-sama mengembangkan sektor pariwisata di desa Samiran. Sehingga kemanfaatan program Desa Cerdas Mandiri Lestari bisa dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas.

“Sekitar 90 persen warga Desa Samiran selama ini bekerja sebagai petani. Sehingga dengan adanya program pemberdayaan di sektor pariwisata ini, tentu akan bisa menjadi alternatif sekaligus solusi dalam upaya meningkatkan perekonomian warga. Sehingga pada akhirnya penghasilan maupun kesejahteraan warga juga akan semakin membaik,” katanya.

Lihat juga...