Desa Bantar Agung di Majalengka Angkat Potensi Kopi Lokal

Editor: Koko Triarko

MAJALENGKA – Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Bantar Agung, Kecamatan Sidangwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dalam waktu dekat akan membuka kedai kopi sebagai upaya mengangkat potensi lokal. Berbagai persiapan untuk pembukaan kedai kopi sudah dilakukan sejak setahun terakhir, namun terkendala pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Padahal, untuk lokasi kedai sudah dipersiapkan secara matang.

“Lokasi kedai sudah ada, kopi yang kita jual juga sudah siap dengan berbagai varian rasa, tetapi kita belum berani untuk launching karena situasi masih pandemi Covid-19, dan ada pembatasan aktivitas masyarakat. Terlebih untuk kedai, ada kecenderungan menimbulkan kerumunan, jadi untuk sementara kita tunda dulu,” kata Ketua Koperasi Bantar Agung, Heryanto kepada Cendana News, Sabtu (27/2/2021).

Ketua Koperasi Bantar Agung, Heryanto dijumpai Cendana News di Majalengka, Jumat (26/2/2021). Foto: Hermiana E. Effendi

Menurutnya, pembukaan kedai kopi ini merupakan unit usaha lain yang dibangun koperasi. Dipilihnya kedai kopi karena merupakan pelengkap untuk wisata di desa tersebut. Potensi wisata Desa Batur Agung memang dikenal luas, dan merupakan ‘surga’ tersembunyi dari kekayaan wisata alam.

“Wisata di desa ini cukup banyak dan sudah dikenal luas, pengelolaan wisata juga sudah berjalan dengan baik, sehingga kita membidik untuk wisata kulinernya, yaitu dengan membuka kedai kopi,” tuturnya.

Selama ini, kopi asli dari Desa Bantar Agung cukup banyak dan sebagian besar justru lebih dikenal di luar daerah. Sehingga sebagai putra asli daerah, Aher, sapaan Heryanto, mengaku terpanggil untuk mengenalkan dan melestarikan kopi Bantar Agung di wilayahnya sendiri. Mengingat rasa dan cita rasa kopi Bantar Agung tidak kalah dengan kopi lainnya yang sudah dikenal luas.

Sedangkan untuk potensi wisata sendiri, Desa Bantar Agung mempunyai beberapa destinasi wisata unggulan. Seperti Curug Cipeuteuy beserta kolam air alaminya, di mana sumber air curug berasal langsung dari Gunung Ciremai.

Selain itu juga ada wisata terasiring sawah yang sangat indah, kemudian bumi perkemahan Awi Lega, Batu Asahan, Bukit Batu Semar, Puncak Pasir Cariu dan lain-lain.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Bantar Agung, Samhari, mengatakan, wisata di desanya pernah masuk dalam peringkat tiga nasional sebagai wisata ‘surga’ yang tersembunyi. Penduduk desa yang awalnya sebagian besar merupakan petani, juga sudah banyak yang beralih menjadi pelaku pariwisata.

“Wisata di desa ini mempunyai potensi yang sangat bagus, sehingga keberadaan wisata kuliner yang dirintis Koperasi Bantar Agung, nantinya akan makin melengkapi destinasi wisata,” tuturnya.

Lihat juga...