Di Barito Utara, Hasil Panen Padi Sertani 14 Lebih Banyak dari Ciherang

Ilustrasi tanaman padi -Dok: CDN

MUARA TEWEH – Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara dan Dinas Ketahanan Pangan Perikanan (KPP) kabupaten setempat, melaksanakan panen padi sawah varietas Sertani 14 di lokasi penangkaran musim tanam Oktober-Maret (Okmar) 2020/2021 di lahan mina padi di Dusun Transbangdep, Desa Bintang Ninggi I, Kecamatan Teweh Selatan.

“Panen padi sawah ini sebagai tempat menguji sejauh mana tingkat produksi dan produktivitas varietas padi Sertani-14 dan lokasi menjadi tempat penebaran benih ikan nila, yang dilakukan Bupati Barito Utara, H Nadalsyah, dan menjadi kegiatan mina padi,” kata Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Syahmiludin A Surapati di Muara Teweh, Jumat (19/2/2021).

Menurut dia, hasil panen padi Sertani 14 di lahan mina padi seluas lima hektare itu sebanyak 5,760 ton per hektare gabah kering panen, atau lebih banyak dibanding padi varietas Ciherang yang hanya 3,5 ton/hektare di lokasi yang sama.

Kegiatan ini, kata dia, untuk memadukan penyediaan pangan dan sekaligus penyediaan gizi bagi masyarakat.

“Pangannya kita dapatkan dari padi, gizinya kita dapatkan dari ikan yang ada,” katanya.

Dia mengatakan, kegiatan ini juga untuk mengoptimalkan lahan yang digunakan, yang selama ini mungkin hanya untuk kegiatan pertanaman padi saja, tetapi itu juga dipadukan dengan kegiatan pengembangan ikan.

“Alhamdulillah, dari kegiatan yang kita lakukan di samping tanaman padi yang ada dan tidak kalah pentingnya adalah ikannya juga berkembang dan tumbuh dengan baik sekali,” kata dia.

Jadi, katanya, program optimalisasi pemanfaatan lahan ini menjadi satu hal yang sangat layak sekali untuk dikembangkan dan dilanjutkan ke depannya.

“Kami dari Dinas Pertanian dan bersama-sama dengan teman-teman penyuluh pertanian di sini, sangat mendukung sekali bila di 2021 yang sedang berjalan untuk kegiatan yang sama nanti akan kita lakukan kembali,” ucapnya.

Dia menambahkan, Dinas Pertanian Barito Utara di tahun ini banyak program-program yang nantinya akan dilaksanakan. Pertama, pengembangan padi sawah, dan padi ladang yang salah satu tujuannya untuk mewujudkan ketahanan pangan di daerah ini.

“Mengenai pendukung kegiatan ini dilanjutkan kembali di tahun ini, yaitu kegiatan dalam bentuk kegiatan optimasi lahan atau opla rawa,” ujar Syahmiludin. (Ant)

Lihat juga...