Di Bengkulu, 4.000 Nakes Tak Bisa Divaksin COVID-19

Pelaksana harian (Plh) Gubernur Bengkulu, Hamka Sabri, saat diwawancarai mengenai penganan pandemi COVID-19 di Bengkulu, Senin (15/02/2021) – Foto Ant

BENGKULU – Sekira 4.000 Tenaga Kesehatan (Nakes) di Bengkulu, tidak bisa divaksin COVID-19. Mereka tidak lolos screening, syarat vaksinasi.

“Ada sekitar empat ribu nakes masuk dalam kriteria yang belum boleh divaksin. Mereka tidak memenuhi kriteria di antaranya miliki penyakit bawaan atau kormobid,” kata Pelaksana Tugas Harian (Plh) Gubernur Bengkulu, Hamka Sabri, Senin (15/2/2021).

Hamka mengatakan, hingga saat ini jumlah tenaga kesehatan yang telah selesai menjalani dua kali penyuntikan vaksinasi COVID-19 mencapai 59,59 persen.

Banyaknya jumlah tenaga kesehatan yang tak lolos screening, menjadi salah satu penyebab lambatnya proses penyuntikan vaksin tahap pertama di Bengkulu. Namun, pemerintah daerah akan meningkatkan jumlah persentase tenaga kesehatan yang mengikuti vaksinasi, sebelum penyuntikan tahap kedua dimulai. “Sebenarnya vaksinasi tahap pertama di Provinsi Bengkulu saat ini bisa mencapai angka 92 persen, tetapi itu tadi karena banyak nakes yang tak lolos uji awal,” jelasnya.

Hamka menambahkan, vaksinasi tahap kedua akan diprioritaskan bagi kalangan lanjut usia dan kelompok profesi yang berhadapan langsung dengan publik seperti tenaga pendidik. “Selain itu, vaksinasi tahap kedua juga kita prioritaskan bagi pedagang pasar, tokoh agama, pejabat negara, aparat keamanan, pegawai transportasi, wartawan dan pekerja media, serta pelayan publik lainnya,” pungkas Hamka. (Ant)

Lihat juga...