Dinkes: Kasus Positif COVID-19 di Kaltim Bertambah 485 Orang

SAMARINDA — Perkembangan kasus COVID-19 di Provinsi Kalimantan Timur mulai didominasi peningkatan kasus aktif dengan adanya tambahan  485 kasus terkonfirmasi positif pada Jumat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dr Padilah Munte Runa mengatakan tambahan kasus terkonfirmasi positif terbanyak terjadi di Balikapapan dengan jumlah 127 kasus.

Tambahan kasus terkonfirmasi positif lainnya terjadi di Berau 33 kasus, Kutai Barat 12 kasus

Kutai Kartanegara 61 kasus, Kutai Timur 60 kasus,Paser 20 kasus, Penajam Paser Utara 8 kasus, Bontang 89 kasus dan Samarinda 75 kasus.

“Tambahan kasus terkonfirmasi kembali mendominasi update kasus harian, saat ini akumulasi kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kaltim sebanyak 54.689 kasus,” kata dr Padilah.

Ia menyebutkan untuk kasus kesembuhan turut mengalami penambahan sebanyak 432 kasus, dan akumulasi kasus kesembuhan COVID-19 di Kaltim sebanyak 46.027 kasus.

Tambahan kasus sembuh tersebut terjadi di Berau 21 kasus, Kutai Barat 54 kasus, Kutai Kartanegara 37 kasus, Kutai Timur 13 kasus, Mahakam Ulu 2 kasus, Paser 3 kasus, Penajam Paser Utara 9 kasus, Balikpapan 131 kasus, Bontang 64 kasus dan Samarinda 96 kasus.

Ia menambahkan untuk kasus kematian juga mengalami penambahan sebanyak 7 kasus dengan rincian di Berau 1 kasus, Kutai Kartanegara 1 kasus, Balikpapan 4 kasus dan Samarinda 1 kasus.

” Kasus meninggal dunia terus mengalami penambahan, saat ini sudah ada sebanyak 1.297 orang meninggal dunia akibat virus corona di Kaltim,” katanya.

Padilah mengatakan dengan adanya tambahan kasus baru baik terkonfirmasi positif, sembuh maupun kematian saat ini jumlah pasien COVID-19 yang masih menjalani perawatan 7.315 pasien.

Sementara itu perkembangan kasus COVID-19 khusus wilayah Kaltim kasus terbanyak terjadi di Kota Balikpapan dengan jumlah 13.132 kasus.

Disusul, Samarinda 10.537 kasus, Kutai Kartanegara 9.582 kasus, Kutai Timur 6.937 kasus dan Bontang 5.064 kasus.

Lima kabupaten lainnya yakni Berau 3.332 kasus, Paser 2.752 kasus, Kutai Barat 2.105 kasus, Panajam Paser Utara 881 kasus dan Mahakam Ulu 317 kasus. [Ant]

Lihat juga...