Dokter: Leukemia Dapat Disembuhkan Jika Ditemukan dalam Tahapan Dini

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Kanker Darah atau Leukemia paling sering ditemui pada anak-anak. Walaupun, dengan teknologi yang ada saat ini, pasien mayoritas dapat sembuh, tapi semuanya bergantung pada seberapa cepat dikenali dan seberapa baik kondisi klinis selama masa pengobatan.

Staf Divisi Hematologi Onkologi Dept. Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Dr. dr. Murti Andriastuti, Sp.A(K), menjelaskan, Leukemia adalah suatu keadaan dimana sumsum tulang akan dipenuhi oleh sel kanker sehingga mendesak sel darah merah dan menyebabkan sel darah putih tidak tumbuh.

“Leukemia adalah jenis kanker yang paling banyak ditemui pada anak-anak. Bisa disembuhkan, jika ditemukan dalam tahapan dini dan selama masa pengobatan, kondisi klinis anak dalam keadaan baik. Disini peran penting orang tua dan keluarga untuk mengenali gejala Leukemia sejak awal dan memastikan kondisi anak dalam masa pengobatan,” kata dr. Murti dalam edukasi online kesehatan, yang diikuti Cendana News, Jumat (26/2/2020).

Ia menjelaskan di tingkat global, dari setiap 100 ribu anak, ada 13,7 yang terkena Leukemia. Di Indonesia sendiri, dari seluruh kasus kanker, anak-anak memiliki persentase 5 persen. Dari 5 persen itu, 30-40 persennya adalah Leukemia, diikuti kanker mata dan kanker kelenjar getah bening.

“Leukemia ini memiliki tiga tipe. Yaitu Leukemia limfoblastik akut yang memiliki persentase 80 persen dari seluruh pasien Leukemia, Leukemia mieloblastik akut dengan persentase 15 persen dan Leukemia mielositik kronik dengan persentase 5 persen,” ucapnya.

Walaupun Leukemia limfoblastik akut memiliki jumlah terbesar, tapi dengan proses pengobatan tepat dan teratur, dalam waktu dua tahun, pasien bisa memasuki tahap remisi atau dinyatakan sel sumsum tulang mendekati normal, bisa mencapai angka 60-70 persen, jika tidak ditemukan faktor risiko.

“Sementara, Leukemia mieloblastik akut, yang proses pengobatannya lebih pendek, sekitar 13 bulan tapi lebih kompleks dan memiliki angka penyembuhan yang lebih kecil,” ucapnya lebih lanjut.

Tentu, lanjutnya, proses pengobatan ini sepenuhnya bergantung pada kondisi anak.

“Baik pada kondisi anak saat dibawa pertama kali untuk dikenali apakah mengidap Leukemia atau tidak dan kondisi anak saat menjalankan kemoterapi,” tutur wanita yang saat ini menjabat sebagai Ketua Satgas ADB di PP IDAI.

Ditemukannya Leukemia pada tahap lebih dini, tentunya mempengaruhi tingkat kesembuhan anak. Sehingga orang tua perlu cermat untuk melihat gejala yang muncul pada anak.

“Karena adanya gangguan pada sumsum tulang, yang merupakan tempat produksi darah, maka gejala pertama yang mudah terlihat adalah pucat. Anak juga lesu, lemas, pucat bahkan tak jarang sesak napas,” kata dr. Murti.

Tanda lain yang bisa dikenali adalah anak mudah sekali mengalami pendarahan dan sering mengalami demam yang berkepanjangan.

“Saat sel kanker ini terbawa dalam aliran darah, maka akan menimbulkan gangguan juga pada organ lain yang bisa dikenali sebagai gejala juga. Yaitu nyeri tulang dan persendian, pembesaran kelenjar getah bening serta pembesaran hati dan limpa,” paparnya.

Semakin cepat kondisi ini diketahui, maka akan semakin cepat penanganan dilakukan. Artinya akan meningkatkan angka kesembuhan.

“Masa pengobatan Leukemia ini panjang. Selama masa pengobatan ini, kondisi anak harus benar-benar fit. Disini peran orang tua dan keluarga besar, untuk memastikan anak tetap sehat. Tentunya sehat fisiknya juga mentalnya,” tandasnya.

Kepala Instalasi Pemasaran Promosi Kesehatan dan Kemitraan RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta, dr. Henry Riyanto Sofyan, SpN(K)-IPPKK menyatakan pihak RSCM akan terus melakukan edukasi terkait kanker pada anak ini.

“Supaya masyarakat terus mengingat bahwa kanker ini tidak hanya menyerang pada orang dewasa. Tapi juga anak-anak,” katanya dalam kesempatan yang sama.

Anak-anak yang terpapar kanker ini sangat membutuhkan dukungan untuk menjadi kuat dan mampu bertahan dalam menjalani proses panjang pengobatannya.

“Penemuan dini gejala kanker menjadi faktor berpengaruh besar pada tingkat kesembuhan anak yang terpapar kanker,” ujarnya.

Harapannya, dengan edukasi yang dilakukan secara terus-menerus, maka orang tua maupun tenaga kesehatan dapat mengenali gejala klinis kanker pada anak untuk dapat lebih cepat menjalani proses pengobatan.

“Apabila anak menunjukkan gejala, orang tua harus langsung membawa anak ke puskesmas atau rumah sakit agar penegakan diagnosis dapat dilakukan. Jangan kita berfikir, ini bukan kanker. Tapi, pastikan ini kanker atau bukan melalui pemeriksaan medis,” pungkasnya.

Lihat juga...