Dua Korban Terseret Arus Banjir di Cikarang Utara Ditemukan Meninggal

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Seorang ibu bernama Asyatul Mukminan (26), yang terseret arus banjir bersama anaknya, Mifatul Choir (4), di Kampung Cibeber RT 02/02 Desa Simpangan, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ditemukan dalam keadaan meninggal setelah tiga hari pencarian.

Mifatul Choir (4) ditemukan sehari setelah kejadian pada Minggu (21/2/2021), dalam keadaan meninggal dunia. Ibu dan anak tersebut merupakan warga perantau dari Madura, yang berjualan nasi bebek di wilayah Cikarang.

Helmi dari Pokdarkamtibmas, saat memimpin doa setelah jenazah korban hanyut diketemukan, Senin (22/2/2021). –Foto: M Amin

Pencarian dilakukan secara visual melibatkan gabungan relawan dan masyarakat setempat, dengan menyusuri sekitar area radius 500 meter, hingga pada sore ditemukan sekitar pukul 16.45 WIB sekitar 50 meter dari lokasi kejadian.

“Alhamdulillah korban banjir terbawa arus di Desa Simpangan sudah ditemukan semua. Hari ini, ibu Asyatul Mukminan ditemukan tim relawan sejauh 150 meter dari lokasi kejadian perkara, dalam keadaan meninggal,” kata Mang Oye, Ketua KPA Ranting kepada Cendana News, Senin (22/2/2021).

Dikatakan, bahwa kejadian hanyut ibu dan anak tersebut berawal pada Sabtu (20/2/2021). Saat kejadian banjir. Ketika kejadian air di lokasi kejadian, edang naik hingga empat meter. Sehingga pada hari kejadian tidak memungkinkan pencarian.

Korban dan anak lelakinya yang masih berusia empat tahun ikut menyelamatkan diri secara mandiri bersama warga lainnya, menggunakan perahu fiber.  Tetapi karena arus deras, perahu terbalik dan keduanya terbawa arus.

“Penumpang lainnya bisa selamat, tapi kedua korban tewas ibu dan anak terbawa arus, dan tidak bisa diselamatkan,” ujar Mang Oye mengaku hari pertama sempat ke lokasi, karena perangkat desa menelepon relawan untuk melakukan evakuasi.

Namun, pencarian di hari pertama tidak bisa dilakukan, karena air mencapai empat meter di sekitar lokasi kejadian. Hari pertama kejadian, relawan hanya mengumpulkan informasi untuk mencari titik penarian hingga tim memutuskan pencarian pada keesokan harinya.

“Pencarian korban fokus dilakukan relawan, seperti KPA Ranting, Pokdarkamtobmas, Koramil, Katar Simpangan, Polair PMJ, RAPi, Amphibi, dan masyarakat. Tim SAR tengah bersiaga di wilayah Pebayuran yang terdapat banjir di lima desa cukup besar akibat rusaknya tanggul Citarum,” jelasnya.

Saat ini, relawan kembali mendapat laporan kejadian anak hanyut umur 11 tahun di wilayah Cikarang  Barat.

“Kami saat ini sudah berada  di Kali Cikarang Kampung, Cikarang jati, Pasar Beras, Desa Kali Jaya, Cikarang Barat, melakukan assesment atas laporan anak hilang setelah saat bermain air dikali deket stasiun Cikarang dan terseret arus kali, sekitar pukul 15.00 WIB tadi,” tambah Iqbal dari KPA Ranting.

Dia mengatakan, bahwa tim relawan sudah meluncur ke lokasi melakukan assesment terhadap kasus dayung patah (orang tenggelam-ed) di Desa Kalijaya. Diketahui, anak tersebut bernama Dimas Firmansyah ,umur 11 tahun, Warga kontrakan Kampung Kali Jeruk RT 002/003 Desa Kali Jaya Cikarang Barat.

Lihat juga...