Dua Nakes Lansia di Sikka Divaksin Covid-19 Sinovac

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Setelah terbitnya izin edar darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Sinovac untuk usia lanjut yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Minggu (7/2/2021), dua tenaga kesehatan (Nakes) lanjut usia di Sikka mendapatkan suntikan vaksin Sinovac.

Pemberian vaksin Covid-19 tersebut dilakukan terhadap dua tenaga dokter yang berusia di atas 60 tahun dan masuk kategori lansia yang bertugas di RS Santa Elisabeth Lela, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Untuk di Kabupaten Sikka baru dua nakes lansia yang sudah mendapatkam suntikan vaksin Sinovac,” sebut Juru Bicara Bidang Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-1  Sikka, dr. Clara Yosephine Francis, MPH dalam rilis kepada awak media, Kamis (11/2/2021).

Dokter Clara menyebutkan, kedua nakes tersebut, yakni dr. Henyo Kerong selaku Direktur RS Santa Elisabeth Lela dan dr. Delly Pasande yang bertugas di rumah sakit swasta tersebut.

Dirinya menjelaskan, nakes lansia yang divaksin tetap menjalani screening sebelum proses vaksin dan vaksin Sinovac yang disuntikan pun berasal dari stok pengiriman awal bagi Kabupaten Sikka.

“Nakes lansia yang mendapatkan vaksin memang perlu diberikan agar menghindari mereka tertular Covid-19 karena nakes tersebut masih bertugas melayani pasien, ” ungkapnya.

Clara menambahkan, untuk sementara waktu baru 2 nakes lansia yang memperoleh vaksin Covid-19 dan tidak menutup kemungkinan akan ada nakes lansia lainnya sebab proses vaksinasi masih berlangsung.

Terkait pasien yang meninggal akibat Covid-19, dia memaparkan ada penambahan satu pasien probable yang meninggal dunia, Kamis (11/2/2021) berinisial PP berusia 70 tahun asal Kecamatan Kewapante.

“Pasien ini masuk RS TC Hillers  Maumere  tadi pagi jam 01.00 WITA dan meninggal jam 05.40 WITA.Pasien masuk rumah sakit dengan keluhan batuk dan sesak nafas berat,” jelasnya.

Clara menambahkan, pasien meninggal dengan cormobid berupa hipertensi emergency dan penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) serta meninggal dengan status probable dari klinis dan pemeriksaan penunjang radiologi,” jelasnya.

Sekrtaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka ini menyebutkan, dengan adanya penambahan kasus kematian ini maka jumlah pasien yang meninggal berjumlah 14 orang dimana yang menyandang status probable berjumlah 6 orang dan positif Covid-19 sebanyak 8 orang.

Sementara itu, Muhammad Daeng Bakir selaku Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka membenarkan jumlah pasien yang meninggal sebanyak 14 orang sejak Covid-19 mulai melanda Kabupaten Sikka bulan April 2020.

Daeng Bakir menambahkan, jumlah kasus terkonfimasi positif hingga Rabu (10/2/2021) berjumlah 368 orang sementara 5 orang probable dan suspect berjumlah 371 orang.

“Sebanyak 356 orang dinyatakan sembuh setelah menjalani isolasi perawatan baik di ruang isolasi, tempat karantina terpusat maupun yang menjalani isolasi mandiri,” ungkapnya.

Lihat juga...