E-discount Mudahkan Pedagang Kembangkan Usaha

SURABAYA  – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya menyiapkan aplikasi e-discount sebagai upaya untuk mempermudah para pemilik toko kelontong dalam mengembangkan usaha khususnya selama pandemi COVID-19.

Kepala Bidang Distribusi Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo di Surabaya, Minggu, mengatakan aplikasi e-discount ini dapat memberikan informasi terkait distributor yang menjual komoditi murah kepada pemilik toko kelontong.

“Pemilik koperasi toko kelontong itu kita berikan data-data informasi distributor yang menjual komoditi dengan harga murah. Sementara ini (aplikasi) masih terfokus kepada empat item, yakni gula, minyak, beras dan telur,” kata Trio Wahyu Bowo.

Menurut dia, aplikasi ini memang disiapkan bagi pelaku toko kelontong agar mereka lebih mudah mendapatkan komoditi dengan harga yang lebih murah.

“Data distributornya yang kita masukkan di e-discount itu. Jadi koperasi toko kelontong nanti bisa melihat data distributor yang menjual empat komoditas itu yang mana yang murah sesuai dengan wilayahnya,” ujarnya.

Tri menyatakan, bahwa pembinaan terhadap koperasi toko kelontong ini dilakukan agar roda perekonomian di masyarakat terus berputar. Di sisi lain, pembinaan ini juga diharapkan agar unit usaha itu mampu bersaing dengan keberadaan toko modern.

“Intinya dulu itu kan impian dari Ibu Risma (mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini) agar toko kelontong ini supaya tidak mati dengan keberadaan toko swalayan modern,” katanya.

Salah satu pemilik toko kelontong di Genting Kalianak, Chayatun Nuro mengakui, saat ini tokonya terus mengalami kenaikan pendapatan dengan adanya pendampingan yang dilakukan Pemkot Surabaya.

“Memang dulu belum ada pendampingan untuk toko kelontong. Kemudian, ada penggagasan dari Bu Risma, jadi sekarang agak lumayan lebih diperhatikan. Apalagi saat ada program gula murah itu juga tiap toko kelontong dijatah ada anggotanya,” kata Chayatun.

Hal yang sama dikatakan Titik Windarti. Pemilik toko di kawasan Karangpilang Surabaya yang fokus pada penjualan kerupuk puli ini mengaku, bahwa produksinya terus mengalami peningkatan. Jika sebelumnya produksinya sehari hanya sampai 3 kilogram, kini dapat mencapai 10 kilogram.

“Sebelum ada pendampingan itu hanya 3 kilogram. Tapi, sejak ada pendampingan yang digagas Bu Risma dulu, alhamdulillah sekarang sudah banyak yang minat pembelinya,” katanya. (Ant)

Lihat juga...