Empat Tahun Bendungan Delang di Sikka, Rusak

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Saat masyarakat eforia usai Presiden Jokowi meresmikan Bendungan Napun Gete di Desa Ilinmedo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), rupanya bendungan lainnya di Sikka dibiarkan rusak.

“Bendungan Delang di Desa Kringa, Kecamatan Talibura sudah 4 tahun mengalami kerusakan dan tidak bisa dipergunakan usai dibangun,” sebut mantan Ketua DPRD Kabupaten Sikka, NTT, Rafael Raga, SP kepada Cendana News, Jumat (26/2/2021).

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Sikka, NTT, Rafael Raga, SP saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Waioti, Kota Maumere, Senin (22/2/2021). Foto: Ebed de Rosary

Rafael menyebutkan, Benduangan Delang di Desa Kringa ini ambruk dan mengalami kerusakan dan telah 4 tahun sejak dibangun tahun 2017 lalu.

Dia menyebutkan, tahun 2018 ada pekerjaan fisik bendungan yang dikerjakan oleh CV. Krisan selaku kontraktor namun mengalami kerusakan sebelum sempat dimanfaatkan airnya.

“Sudah 2 tahun dianggarkan perbaikannya tapi batal. Memang ironi sebab Waduk Napun Gete dikerjakan dengan dana Rp880 miliar selama 4 tahun sudah selesai, sedangkan bendungan kecil Delang rusak dan terlantar,” sesalnya.

Rafael mengatakan, Bupati Sikka di depan presiden saat peresmian Bendungan Napun Gete mengatakan hendak meningkatkan areal lahan pertanian tapi bendungan yang rusak tidak diperbaiki.

Ia beberkan, Bendungan Delang akan mengairi lahan pertanian sekitar 120 hektare di Delang dan Kringa bahkan bisa mencapai hingga 250 hektare areal pertanian.

“Sangat disayangkan sebab bendungan ini debit airnya sangat banyak dan mengalir hingga ke jembatan B di samping jalan negara Trans Flores,” terangnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka, Tommy Lameng menjelaskan, sebenarnya Dinas PUPR sudah menganggarkan di tahun anggaran 2020 untuk perbaikan bendungan yang usak.

Tommy menyebutkan, rencananya akan diperbaiki juga dengan pembangunan saluran irigasinya hanya dana yang sudah dianggarkan dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“Perlu dianggarkan kembali, jadi bukan Dinas PUPR membiarkan kerusakan yang terjadi pada bendungan tersebut. Pembangunannya sudah kita tenderkan tetapi dibatalkan pelaksanaannya,” ungkapnya.

Tommy mengakui permasalahan ini sudah dijelaskan kepada masyarakat di Desa Kringa, Kecamatan Talibura saat ada kunjungan kerja Bupati Sikka ke wilayah tersebut.

Lihat juga...