Euro, Franc Dan Yen Jatuh, Dolar AS Sentuh Level Tertinggi 6 Pekan

NEW YORK — Dolar AS mencapai level tertinggi enam pekan pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), saat euro, franc Swiss, dan yen Jepang melemah di tengah pandangan bahwa Amerika Serikat memiliki keuntungan dalam meningkatkan ekonominya dan memvaksinasi populasinya melawan COVID-19.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, menguat 0,37 persen menjadi 90,955 dalam perdagangan sore hari di New York, tidak jauh dari level yang terakhir terlihat pada 21 Desember.

Yen Jepang melemah, melayang di sekitar 105 terhadap dolar AS, level yang tidak terlihat sejak pertengahan November. Euro turun 0,57 persen menjadi 1,2069 dolar. Terhadap franc Swiss, dolar naik 0,66 persen menjadi 0,8967 per dolar, level terlemah dalam dua bulan.

Pergerakan itu terjadi di tengah bukti yang menunjukkan pemulihan lebih kuat dari pandemi Virus Corona di Amerika Serikat daripada di negara lainnya.

Euro melemah setelah Jerman melaporkan bahwa penjualan ritel jatuh secara tak terduga 9,6 persen pada Desember, setelah penguncian yang lebih ketat tahun lalu untuk mengekang penyebaran COVID-19 mencekik belanja konsumen di ekonomi terbesar Eropa itu.

Dolar mungkin lebih tangguh dalam jangka pendek karena “pertumbuhan dan vaksinasi menguntungkan AS,” kata Direktur Strategi G10 FX  BofA Merrill Lynch Global Research, Kamal Sharma.

Kenaikan dolar pada Senin (1/2/2021) terjadi saat minyak mentah dan perak, keduanya komoditas dalam denominasi dolar, masing-masing melonjak dua persen dan tujuh persen.

Minyak didukung oleh penurunan persediaan minyak mentah AS dan meningkatnya permintaan bahan bakar ketika salah satu badai salju terburuk dalam beberapa tahun melanda Northeast AS.

Harga perak melambung di tengah spekulasi bahwa investor ritel saling mendorong untuk membeli logam tersebut setelah perpesanan mereka di media sosial minggu lalu menaikkan saham pengecer video game GameStock Corp.

Ahli strategi berbasis di AS di Wells Fargo Securities menulis, “Kami pikir kekuatan dolar AS masih memiliki ruang untuk berlari.” Itu terutama berlaku untuk sekuritas yang lebih tidak stabil, mereka menambahkan.

Peso Meksiko juga mendapat manfaat dari kenaikan minyak dan perak, naik lebih dari satu persen. Selain sebagai penghasil minyak, Meksiko merupakan penghasil perak terbesar dunia pada 2019, menurut data dari Statista. [Ant]

Lihat juga...