Forum TBM Bekasi Fokus Pendataan Komunitas Literasi

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Baru terbentuk, Forum Taman Baca Masyarakat (TBM) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, fokus melakukan pendataan dalam rangka meningkatkan literasi dan minat baca melalui pojok baca, perputakaan di PKBM yang ada wilayah setempat.

“Forum TBM Kabupaten Bekasi, memang baru terbentuk lagi, pada akhir 2020 lalu. Saat ini fokus melakukan pendataan perpustakaan, pojok baca yang dilakukan penggiat ataupun komunitas literasi,” ujar Ira, Ketua Forum TBM Kabupaten Bekasi, kepada Cendana News, Kamis (11/2/2021).

Diakuinya, di tengah pandemi Covid-19, terjadi penurunan komunitas atau penggiat literasi. Artinya terjadi penurunan minat baca, karena tidak ada KBM tatap muka dan lainnya.

Menurutnya dari 80 pegiatan literasi melalui pojok baca ataupun perpustakaan terjadi penurunan mencapai 50 persen. Saat ini, jelasnya hanya tinggal sekitar 40 pegiat dan komunitas.

“Ini menjadi tugas Forum TBM untuk membangkitkan lagi pojok baca dan perpustakaan dalam rangka mendukung literasi dan minat baca generasi penerus di Kabupaten Bekasi,” ungkap Ira.

Untuk itu lanjutnya, Forum TBM mengajak masyarakat untuk terus menggiatkan literasi bergabung. Forum akan memberikan pembinaan seperti penambahan skill bagi pengelola pojok baca, dan memberi bantuan buku.

“Tahun ini fokus melakukan pendataan. Forum akan meningkatkan skill pengelolanya dan merangsang agar bisa membuat karya tulis. Sehingga minat baca meningkat,” tandasnya.

Reny, pendiri Pojok Baca atau Taman Baca Masyarakat , Kamis (11/2/2021). -Foto: M. Amin

Pegiat TBM Bundaku, Reny, dikonfirmasi terpisah mengaku, membangun pojok baca di tempat tinggalnya wilayah Tambun Kabupaten Bekasi dengan modal membeli 3 batang bambu betung untuk menjadi rak buku display. 

“Saya membeli buku-buku murah seharga Rp5.000, tapi bergambar dan berwarna, sebanyak 50 pcs sebagai awal untuk menarik minat baca anak-anak. Bismillah pada tanggal 8 September 2020, berbarengan dengan hari literasi internasional saya membuka kegiatan TBM Bundaku,” tukasnya.

Meskipun di tengah pandemi Covid 19, ia mencoba mewujudkan mimpi, tetap menjaga protokol Kesehatan, menjaga jarak dan kondisi ruang yang terbuka, dia berharap dapat memulai perjuangannya. Taman Baca Masyarakat dibuka setiap Sabtu- Minggu.

Mendorong minat baca anak Reny, melakukan berbagai upaya, salah satunya bagaimana anak bisa lepas dari HP dalam waktu 4 jam dengan membuat sayembara.

“Siapa yang bisa membaca buku ceritanya dan menceritakan kembali isi cerita kepada petugas TBM tanpa melihat isi buku,  maka yang paling banyak setorannya, mendapat hadiah,” jelas pemilik sekolah alam di Tambun ini.

Di situlah Reny, mengaku kaget dan terperangah karena ketika anak-anak mencoba untuk membaca 1 buku cerita bergambar tipis yang hanya berisi 10 halaman. Hasilnya miris, anak tidak bisa bercerita.

“Saya miris melihatnya, hingga membuat terus berpikir untuk mengembangkan minat baca anak di lingkungannya, agar bisa berpisah dari gadget, game online dan tontonan televisi. Ini tugas bersama, meningkatkan minat baca,” tukasnya.

Lihat juga...