Galeri AkuSikka Bantu Pasarkan Produk Lokal UMKM

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Asosiasi Pelaku UKM dan Ekraf Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, menjadi wadah bagi 40 pelaku usaha yang terdaftar secara resmi dan ratusan pelaku usaha kecil dan manengah lainnya yang bergabung di grup media sosial.

Untuk membantu memasarkan produk pelaku Usaha Kecil dan Manengah (UKM) dan Ekonomi Kreatif (Ekraf), AkuSikka membuka galeri, membantu memperkenalkan produk anggotanya.

“Tepatnya tanggal 26 Januari 2021, AkuSikka mengontrak galeri untuk menampung berbagai produk dari anggota Aku Sikka sendiri,” kata Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Kecil dan Manengah (UKM) dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Sikka, Sherly Irawati, saat ditemui di galeri AkuSikka di Kota Maumere, Selasa (9/2/2021).

Ketua Asosiasi Usaha Kecil dan Menengah serta Ekonomi Kreatif (AkuSikka) Kabupaten Sikka, NTT, Sherly Irawati, saat ditemui di galeri AkuSikka di Kota Maumere, Selasa (9/2/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Sherly menyebutkan, galeri yang terletak di pusat jajanan dan cinderamata (PJC) Maumere ini memajang berbagai produk anggotanya, agar bisa makin dikenal khalayak ramai.

Dirinya menjelaskan, selama ini anggota UKM dan Ekraf Sikka hanya memasarkan produknya sendiri-sendiri melalui media sosial, maupun menjualnya dengan menitipkannya di beberapa kios, toko dan swalayan.

“Kita berharap dengan bergabung dalam organisasi dan memasarkan produk secara bersama-sama, produk pelaku UKM dan Ekraf Sikka bisa lebih dikenal dan bisa menembus pasar yang lebih luas, bukan hanya di Kabupaten Sikka saja,” ujarnya.

Dengan adanya galeri, dirinya berharap agar masyarakat Kabupaten Sikka, khususnya, bisa datang dan membeli produk yang ditawarkan, termasuk para wisatawan yang berkunjung ke Sikka.

Diakuinya, beberapa pengurus kemudian berinisiatif mendaftarkan AkuSikka secara resmi ke Badan Kesbang Pol Sikka pada 3 Februari 2021, agar organisasi pelaku usaha ini terdaftar secara resmi dan diketahui pemerintah.

“Kriteria produk yang saat ini ada di Galeri Aku Sikka, antara lain produk sovenir seperti tenun dan aneka produk turunannya, aneka kuliner makanan dan minuman olahan, produk seni seperti lukisan dan masih banyak lagi,” ungkapnya.

Sherly menyebutkan, yang belum ada di galeri AkuSikka adalah sovenir anyaman, sehingga pihaknya sedang mencari perajin yang masuk memasarkan produknya di galeri ini, sehingga bisa dibantu pemasarannya.

Seorang pelaku UKM dan Ekraf Sikka, Sonya da Gama, mengakui kehadiran organisasi AkuSikka dan pembukaan galeri sangat membantu pelaku usaha kecil dan menengah.

Sonya menyebutkan, dirinya selama ini pun bergabung dengan teman-teman pelaku UKM dan Ekraf serta pelaku wisata yang tergabung di Floresa, dan mempunyai galeri yang memasarkan produk UKM dan Ekraf Sikka juga.

“Kita berharap, agar dengan adanya AkuSikka produk pelaku usaha kecil dan manengah serta ekonomi kreatif di Sikka bisa naik kelas,” ungkapnya.

Lihat juga...