Geliat Pasar Dadakan di Bandung di Tengah Pandemi

Editor: Makmun Hidayat

BANDUNG — Aktivitas jual beli di pasar dadakan di Lapangan Kampung Babakan Mantri, Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tetap bergeliat di tengah pandemi Covid-19.

Pasar dadakan yang digelar setiap hari Selasa itu masih terlihat dipadati pedagang maupun pembeli. Sebagian tampak menggunakan masker, namun sebagian lain masih abai terhadap penerapan protokol kesehatan dasar, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Nurhuda (40), salah seorang pedagang sayur di lokasi tersebut, mengatakan sudah tidak lagi khawatir terhadap Covid-19. Menurutnya, larangan berjualan justru merupakan penyakit yang jauh lebih berbahaya bagi para pedagang.

“Kesehatan memang penting, namun bagi kami pedagang kecil begini, ekonomi jauh lebih penting. Kalau dilarang jualan bagaimana lagi kita cari uangnya?” ujar Nurhuda kepada Cendana News, Selasa (16/2/2021) di lokasi pasar dadakan Babakan Mantri.

Nurhuda menyebut, pasar dadakan di Babakan Mantri termasuk salah satu lokasi yang dikenal paling ramai pembeli. Dia pun mengaku bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar di sana.

“Alhamdulillah, kalau jualan di sini, paling sedikit saya bisa dapat untung bersih Rp500.000. Itu udah dipotong uang kebersihan dan keamanan,” tandasnya.

Sementara itu, Iis, salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi pasar dadakan, mengaku senang pasar yang sudah dimulai sejak setahun yang lalu itu tetap beroperasi. Pasalnya, keberadaan pasar dadakan sangat membantu masyarakat setempat untuk membeli kebutuhan rumah tangga.

“Kalau ke pasar kan jauh, jadi adanya pasar dadakan ini membantu, apalagi buat ibu-ibu rumah tangga seperti saya. Terlebih rata-rata harga dagangan, seperti sayuran di sini juga termasuk murah,” kata Iis.

Selain itu, Iis menilai, untuk ukuran pasar dadakan, dagangan yang dijajakan di lokasi tersebut juga terbilang lengkap. Dia berharap aktivitas ekonomi seperti ini tidak dilarang oleh pemerintah.

“Semoga sih pasar ini ngga ditutup, karena kan juga cuma seminggu sekali. Lagi pula saya yakin di sini mah aman. Dari awal corona sampai sekarang belum ada satu pun warga di sini yang tertular. Insyaallah aman,” pungkas Iis.

Lihat juga...