Gubernur Klaim PPKM Tingkatkan Kedisiplinan Warga Jabar

Editor: Koko Triarko

BANDUNG – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, efektif meningkatkan kepatuhan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan Pakai Sabun). 

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil,  berharap bila kelak penerapan PPKM dihentikan, kedisiplinan masyarakat harus tetap dijaga. Menurutnya, indikator keberhasilan PPKM tidak hanya tentang angka kasus positif Covid-19. 

“Bila masyarakat disiplin, produktivitas ekonomi tidak akan dibatasi lagi. Itu tujuan akhirnya, sehingga ekonomi membaik. Tinggal peran pemerintah untuk bertempur mengurusi 3T (Tracing, Treatment, Testing) lagi,” ujar Kang Emil, di Gedung Pakuan, Kota Bandung Jumat (5/2/2021). 

Menurutnya, PPKM di Jabar yang sudah berjalan dua minggu terakhir, efektif meningkatkan kedisiplinan masyarakat dari 50 persen ke 80 persen. 

Karena itu, Jabar sepakat dengan arahan Presiden Joko Widodo yang ingin melanjutkan PPKM di Pulau Jawa – Bali. PPKM sangat tepat dilakukan kedisiplinan sedang naik dan keterisian ruang isolasi turun. 

Menurutnya, wilayah Jabar kemungkinan membutuhkan penerapan PPKM dua minggu lagi, setelah itu dievaluasi.

“Mudah-mudahan bisa diperlonggar. Disiplin dipertahankan 90 persen, sehingga kegiatan ekonomi tidak usah seketat dan diberhentikan dan dikurangi seperti sekarang,” harapnya. 

Kang Emil mengatakan, bahwa kelebihan PPKM serentak lintas provinsi memungkinkan arahan pemerintah kepada masyarakat, sama.  

“Kebijakan dilaksanakan bersamaan bukan lagi multiple choice, tapi semua sama. Jadi, artinya tidak ada lagi opsi yang kiri melakukan ini apakah yang kanan melakukan itu, justru itu tidak ada lagi selama PPKM berlangsung,” ujarnya.

Lihat juga...