Hamparan Sampah Kembali Menumpuk di Kali Cikarang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Hamparan sampah kembali menumpuk di Kali Cikarang Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sampah tersebut didominasi jenis styrofoam dan sampah rumah tangga.

Tumpukan sampah tersebut terpantau oleh Cendana News, tepat di bawah jembatan penghubung antara Desa Sukajaya Cibitung dan Desa Karangasih Cikarang Utara tersebut, panjangnya diperkirakan mencapai 120 meteran.

Lokasi itu merupakan tempat pertemuan tiga aliran kali dari Cirkang Barat, Cibitung-Cikarang Utara menuju laut atau kerap disebut Kali CBL. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda penanganan.

“Hamparan sampah di Kali Cikarang menuju laut itu, kerap terjadi dan terus berulang, dan sepertinya perlu penanganan konprehensif agar tidak terulang,” ungkap Mang Oye dari Komunitas Pecinta Alam (KPA) Ranting di Desa Telaga Murni Kampung Bojong Koneng, Cikarang Barat, kepada Cendana News, Rabu (3/2/2021).

Mang Oye, pegiat lingkungan hidup dari KPA Ranting, Desa Telaga Murni, Kampung Bojong Koneng, Cikarang Barat, saat menunjukkan lokasi tumpukan sampah di Desa Sukajaya, Cibitung, kepada Cendana News, Rabu (3/2/2021). Foto: Muhammad Amin

Diakuinya bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas LH, bersama aparatur desa, kecamatan dan relawan tahun lalu sudah tiga kali menggelar kegiatan membersihkan tumpukan sampah di Kali Cikarang.

Saat ini hamparan sampah di Kali Cikarang Desa Sukajaya, diperkirakan mencapai 7 ton lebih atau memerlukan 10 truk untuk mengangkut tumpukan sampah.

Tapi, kondisi tersebut terus berulang, belum adanya kesadaran dari masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan belum teredukasi dengan baik, dan pesan belum tersampaikan terkait bahaya dan lainnya.

Menurutnya, harus ada penanganan serius dengan melibatkan semua elemen. Karena masalah sampah di Kabupaten Bekasi bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup.

“Persoalan sampah di Kabupaten Bekasi, harus jadi perhatian semua pihak, masyarakat, relawan dan pemerintah daerah. Caranya dengan duduk dibahas bersama,” jelasnya.

Karena lanjutnya hal tersebut penting dalam mengetahui kendala di tengah masyarakat, kenapa mereka masih suka membuang sampah di kali. Sehingga bisa menemukan titik temu, jika desa atau kecamatan tertentu tidak memiliki Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara.

“Kenapa warga masih membuang sampah sembarangan. apakah karena tidak adanya lokasi tempat pembuangan sampah sementara, ini yang harus didudukkan bersama. Sehingga tidak terus menerus terjadi, diangkut, kemudian penumpukan sampah kembali terjadi,” ujarnya.

Ia mengaku prihatin dengan kondisi yang terjadi di beberapa titik kali di wilayah Kabupaten Bekasi yang masih belum ada solusi komprehensif. Sehingga Mang Oye mendorong relawan peduli lingkungan berkumpul menyatukan tujuan untuk mensosialisasikan Bekasi bersih.

“Ini harus ada penanganan serius, karena tumpukan sampah yang terjadi sekarang tidak hanya di Desa Sukajaya saja. Tapi juga terjadi juga di Cilemah Abang Kali Ulu, Cikarang Utara,” tukasnya mengakui pihak pemerintah, desa atau kecamatan sepertinya sudah kewalahan menghadapi persoalan sampah yang terus terjadi.

Eko Setiawan warga Cibitung lainnya, mengakui, bahwa persoalan sampah di Kabupaten Bekasi tidak hanya di kali. Tapi juga hampir di semua tempat terjadi tumpukan sampah liar.

“Coba main saja keliling ke Bekasi, setiap jalan raya terlihat terjadi tumpukan sampah liar, baik di dekat areal persawahan atau lahan kosong lainnya yang sepi penduduk, pasti ada sampah liar. Kondisi ini sudah lama terjadi dan terbiarkan,” tukasnya.

Lihat juga...