Hampir Setiap Hari Ada Karhutla di Kabupaten Bintan

BINTAN — Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, semakin marak bahkan terjadi hampir setiap hari selama periode Januari hingga Februari 2021.

“Iya, hampir setiap hari ada karhutla,” kata Kepala UPTD Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Topaya Nurwendi, Sabtu (13/2).

Dia mengatakan khusus di wilayah Kecamatan Toapaya dan Kecamatan Gunung Kijang, sudah ada sekitar 50 hektare yang terbakar.

“Kalau digabung dengan kecamatan lainnya, diperkirakan sudah ratusan hektare yang terbakar selama tahun 2021,” ungkapnya.

Pihaknya menduga karhutla terjadi akibat kelalaian manusia, dimana warga sengaja membuka lahan dengan cara membakar saat musim panas lalu ditinggalkan begitu saja.

Kendati demikian, kata dia, penyelidikan lebih lanjut mengenai pemicu karhutla menjadi kewenangan aparat kepolisian setempat.

“Tugas utama kami adalah memadamkan api dan mengedukasi warga agar tidak membakar lahan sembarangan di tengah cuaca panas, karena beresiko tinggi memicu karhutla,” ujar Nurwendi.

IIa mengingatkan bahwa akan ada sanksi tegas diberikan bagi warga yang kedapatan sengaja membakar lahan.

Sesuai Pasal 108 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup, pelaku pembakaran berpotensi didenda Rp10 miliar dan penjara 10 tahun.

Lebih lanjut, Nurwendi menyampaikan karhutla kembali melanda Kabupaten Bintan hari ini, Sabtu. Persisnya di Kilometer 34, Kecamatan Gunung Kijang.

Menurutnya sekitar empat hektare lahan kosong berisi semak belukar ludes terbakar.

Lahan tersebut berada dekat dengan permukiman warga dan jalan umum, hal ini dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan masyarakat.

“Dari laporan warga sekitar, karhutla terjadi sekitar pukul 12.30 WIB,” imbuhnya.

Sampai saat ini tim satgas karhutla yang terdiri dari Damkar, Polsek Gunung Kijang, Babinsa Kawal dan masyarakat setempat masih berjibaku memadamkan api.

Satu unit mobil damkar berkapasitas 3.000 liter air juga diturunkan untuk menjinakkan si jago merah.

“Pemadaman masih berlangsung, tapi kobaran api sudah mulai mereda,” demikian Nurwendi. [Ant]

Lihat juga...