Hidroton, Metode Budi Daya Tanaman Hias Tanpa Tanah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Bertanam secara hidroponik sudah dikenal masyarakat, untuk budi daya sayur mayur. Metode ini rupanya juga bisa diterapkan pada tanaman hias, khususnya bagi mereka yang mau kotor dengan tanah, atau tidak memiliki lahan yang luas.

Namun, berbeda dengan hidroponik pada umumnya, yang seluruhnya soil less atau tanpa tanah, pada tanaman hias, tetap menggunakan media tanam berbentuk hidroton.

Hidroton, media tanam dibuat dari tanah lempung yang sudah dipanaskan atau dioven pada suhu tinggi, sebagai pengganti tanah, Senin (15/2/2021). Foto: Arixc Ardana

“Hidroton merupakan media tanam hidroponik, dibuat dari tanah lempung yang sudah dipanaskan atau dioven pada suhu tinggi. Umumnya, berbentuk bulatan-bulatan dengan ukuran bervariasi antara 1 cm-2,5 cm. Dalam bulatan-bulatan ini terdapat pori-pori yang dapat menyerap air atau nutrisi, sehingga dapat menjaga kesuburan tanaman,” papar penggemar tanaman hias, Widiyanti saat ditemui di rumahnya, di Semarang, Senin (15/2/2021).

Dijelaskan, meski terbuat dari lempung, karena sudah dipanaskan dalam suhu tinggi, hidroton tidak larut dalam air. Selain itu, meski bobotnya ringan, namun cukup padat sehingga dapat menjadi media tanam.

“Hidroton memiliki pH netral dan stabil, sehingga dapat mempercepat pertumbuhan akar. Selain itu dengan pori-pori yang ada di dalamnya, juga bagus untuk ketersediaan oksigen bagi akar. Keunggulan lainnya, hidroton juga bisa dipakai berulang-ulang,” tambahnya.

Cara penggunaan hidroton pun mudah. Setelah dicuci bersih, kandungan debu-debu halusnya hilang, selanjutnya ditaruh di wadah bersama tanaman hias yang akan ditanam. Selanjutnya diberi air secukupnya, hingga akar tanaman terendam.

“Hampir semua jenis tanaman hias bisa menggunakan metode hidroton ini, seperti monstera, janda bolong, singonium, philodendron, keladi serta jenis lainnya. Untuk mendapatkan hidroton pun mudah. Ada banyak toko online yang menawarkan produk tersebut,” terangnya lagi.

Terpisah, hal senada juga disampaikan Andrian, penggemar tanaman hias. Dijelaskan, hidroton tersebut awalnya digunakan untuk budi daya tanaman anggrek, namun seiring waktu, dengan tren tanaman hias, media tanam tersebut juga diterapkan di berbagai tanaman lainnya.

“Dengan menggunakan metode hidroton, juga lebih memudahkan perawatan, karena tidak perlu disiram setiap hari. Penyiraman dilakukan jika air yang ada dalam wadah mulai berkurang,” terangnya.

Tidak hanya itu, meski ada air yang tertampung dalam wadah, dipastikan kerapatan hidroton cukup padat sehingga mencegah nyamuk untuk bertelur di dalam wadah.

“Biasanya wadah yang digunakan untuk hidroton ini, berupa kaca atau plastik bening, sehingga pertumbuhan akar tanaman juga bisa terpantau. Selayaknya tanaman hias, sebagai penghias ruangan, dengan adanya hidroton ini juga semakin menarik untuk dilihat,” pungkas Andrian.

Lihat juga...