Indahnya Wisata Alam Bumi Perkemahan Ranca Cangkuang

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Bagi penikmat wisata alam, Bumi Perkemahan Ranca Cangkuang bisa menjadi alternatif tujuan. Bukan hanya lokasi perkemahannya yang luas, namun juga adanya wisata air dan edukasi dalam satu paket. Da,n pastinya udara dingin dan kesegaran alam.

Staf Buper Ranca Cangkuang, Nundang, menjelaskan nama Ranca Cangkuang itu berarti rawa Cangkuang. Alasannya, karena dahulu banyak sekali tanaman Cangkuang di daerah ini.

“Dulu daerah ini merupakan bekas lahan percobaan perkebunan Gambung Utara, dan mulai dirubah fungsi pada 1985. Sekarang jadi tempat perkemahan, dengan keistimewaan lahan yang luas dan ada tambahan sungai sebagai tempat olah raga air dan hicking di perkebunan teh,” kata Nundang, saat ditemui di lokasi perkemahan Ranca Cangkuang, Desa Mekarsari, Pasir Jambu, Jawa Barat, Minggu (28/2/2021).

Staf Buper Ranca Cangkuang, Nundang, di Ranca Cangkuang, saat ditemui di Buper Ranca Cangkuang, Desa Mekarsari, Pasir Jambu, Jawa Barat, Minggu (28/2/2021). –Foto: Ranny Supusepa

Luasan lahan perkemahan sekitar 6 hektare dengan sungai sepanjang 700 meter. “Jadi bukan hanya berkemah, tapi ada sungai yang membelah wilayah perkemahan. Kalau yang punya keberanian, bisa coba tubling river. Kalau sedang musim kemarau, sungai ini bisa dijadikan tempat bermain anak-anak juga. Karena airnya lebih dangkal dibandingkan saat hujan dan jernih sekali,” ujarnya.

Tubling river, menurutnya adalah mengarungi sungai dengan menggunakan ban dalam sebagai alat transportasi.

“Di Ranca Cangkuang ini, mobil bisa masuk hingga tempat tenda. Jadi, bisa menggabungkan tenda dengan mobil. Kan ada tuh, para campers yang memang sudah terbiasa camping menggunakan mobilnya sebagai bagian dari tenda,” ucapnya dengan logat Sunda yang khas.

Untuk yang tidak mau repot membawa dan memasang tenda, ada paket Gampling Tour yang sudah menyediakan semuanya dalam satu paket.

“Kalau gak mau ribet, ambil Gampling Tour aja. Tenda sudah siap dengan alas tidur. Kita sediakan air minum botol juga. Dan, dalam paketnya juga ada wisata edukasi tentang tanaman teh. Liburan dapet, edukasi juga dapet,” tuturnya, seraya tertawa.

Nundang menyebutkan, Buper Ranca Cangkuang ini mulai viral sejak ada postingan di IG pada 2018.

“Kan pemandangannya juga bagus. Jadi para pengunjung, terutama yang muda-muda, apalagi cewek, suka pada foto-foto. Terus upload. Akhirnya orang pada lihat. Banyak yang suka. Istimewanya, semua spot-nya gak ada yang dibikin. Semua sudah natural dari alam saja,” ungkapnya.

Pilihan liburan ke Ranca Cangkuang, menurut salah satu pengunjung, Dhea, selain karena dekat, juga karena harganya tidak mahal.

“Dari tol Soroja (Tol Soreang – Pasir Koja) cuma satu jam. Gak jauh dan gak macet. Kalau dari Bandung gak lama,” kata Dhea, saat ditemui di sela bermain air.

Dan, lanjutnya, harga masuknya tidak mahal. Hanya Rp12.500 untuk orang dewasa dan anak-anak hingga umur 11 tahun gratis.

“Mau bawa tenda bisa, mau gak, juga bisa. Kalau saya sih pilih gak bawa. Jadi enak, gak ribet. Tapi, sebenarnya yang bikin pengen ke sini tuh ya buat foto-foto,” ujarnya, tertawa renyah.

Dhea datang bersama temannya, kali ini hanya untuk foto-foto saja. “Sekalian lihat-lihat untuk liburan keluarga nanti. Kan kalau liburan panjang atau lebaran, di sini mah yang banyak datang tuh keluarga. Jadi pengen tahu aja dulu, kita tuh butuh pesen tempat atau gimana pas libur panjang nanti,” pungkasnya.

Lihat juga...