Ingin Donor Plasma Konvalesen? Ini Alur dan Persyaratan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, mendorong agar penyintas covid-19 terketuk hatinya dalam melakukan donor. Hal tersebut dikarenakan tingkat kesadaran untuk melakukan donor plasma konvalesen covid-19 di Kota Semarang , masih relatif rendah. 

Kepala Bagian Pelayanan Donor, UDD PMI Kota Semarang, dr Yusti Triwianti, saat ditemui di Semarang, Jumat (26/2/2021). Foto Arixc Ardana

“Saat ini, stok plasma konvalesen di Kota Semarang memang terbatas. Masih banyak antrean yang membutuhkan. Untuk itu, kita dorong agar para penyintas covid-19, mau menyumbangkan darahnya. Pendaftaran bisa dilakukan secara online melalui bit.ly/reg_dpk. Nanti calon pendonor bisa mengisi daftar pertanyaan yang ada,” papar Kepala Bagian Pelayanan Donor, UDD PMI Kota Semarang, dr Yusti Triwianti, di Semarang, Jumat (26/2/2021).

Dijelaskan, seperti halnya donor darah pada umumnya, mereka yang akan mendonorkan plasma, harus melalui serangkaian pemeriksaan sebelum dinyatakan memenuhi persyaratan.

“Alur pelaksanaan donor, dimulai dengan datang ke kantor UDD PMI, kemudian mengisi formulir donor bagi yang belum. Kalau yang sudah mendaftar secara online, akan dilakukan verifikasi, dilanjutkan pemeriksaan Hemoglobin (Hb),” lanjutnya.

Ada syarat umum yang harus dipenuhi calon pendonor, yakni harus penyintas covid-19, dalam keadaan sehat, umur 18-60 tahun, berat badan lebih dari 55 kilogram dan ada hasil PCR yang menyatakan sudah negatif, minimal setelah 14 hari sembuh.

Selain itu, pendonor juga belum pernah melakukan transfusi donor plasma konvalesen. Wanita hamil juga tidak disarankan untuk melakukan donor tersebut.

“Setelah lolos pemeriksaan Hb, calon pendonor akan dilakukan pengecekan riwayat kesehatan, tes tensi, minimal memiliki titer antibodi setidaknya 1/160. Selain itu juga lolos dari uji penyakit menular lewat transfusi darah,” lanjutnya.

Selanjutnya, pendonor akan diambil sampel darahnya, untuk pemeriksaan atau skrining ulang golongan darah, titer antibodi, hingga kadar hemoglobin.

“Proses pengujian sampel darah ini, dilakukan setidaknya selama tiga jam. Jika semua tahapan ini lolos, maka pendonor akan diambil plasma darahnya. Proses pengambilan plasma darah ini memakan waktu antara 45-60 menit, sebanyak 500 cc, ” tambah Yusti.

Plasma konvalesen yang sudah tersedia nantinya akan didistribusikan ke rumah sakit yang membutuhkan. “Untuk itu, kita mendorong agar para penyintas covid-19 untuk mendonorkan plasma konvalesen, demi membantu sesama,” terangnya.

Di satu sisi, Yusti menjelaskan terapi plasma konvalesen diberikan kepada pasien covid-19 kategori sedang hingga berat. “Permintaan terapi tersebut, berdasarkan dari keputusan dokter yang merawat pasien, bukan dari permintaan keluarga pasien,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Bidang Unit Kesehatan Transfusi Darah PMI Jateng, Hartanto, menjelaskan di Jateng terdapat tiga UDD yang melayani donor plasma konvalesen, yakni di Kota Semarang, Solo dan Kabupaten Banyumas.

“Kita terus melakukan sosialisasi agar para penyintas covid-19, mau melakukan donor plasma konvalesen. Mengingat kebutuhannya cukup tinggi. Kita juga juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan di masing-masing kabupaten/kota di Jateng, untuk mendorong penyintas covid-19 agar mau mendonorkan plasma darah mereka. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah pendonor plasma konvalesen,” jelasnya.

Lihat juga...