Investasi di Banyumas Mampu Lampaui Target di Tengah Pandemi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Situasi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan ternyata tidak terlalu mempengaruhi investasi di Kabupaten Banyumas. Terbukti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banyumas tetap bisa melampaui target realisasi investasi sepanjang 2020 lalu.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Banyumas, Amrin Ma’ruf di Purwokerto, Jumat (26/2/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Kepala DPMPTSP Kabupaten Banyumas, Amrin Ma’ruf mengatakan, terdapat dua hal yang menunjukan progres positif yaitu, dari capaian realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) memiliki kontribusi dominan Rp. 1,075 Trilyun (99,73%) dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 2,926 miliar (0,27%). Selain itu juga penyerapan tenaga kerja dalam negeri sebesar 4.365 (96%), sedangkan penyerapan tenaga kerja asing sebesar 203 (4%).

“Meskipun dalam situasi pandemi Covid-19,kita tetap bisa melampaui target investasi,” katanya, Jumat (26/2/2021).

Yang terlampaui tersebut merupakan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta target yang ditentukan pemerintah pusat.

Kabid Pengendalian Data dan Informasi DPMPTSP Kabupaten Banyumas, Diah Rapitasari memaparkan, untuk capaian investasi, realiasasinya mencapai 1,077 trilyun dari target yang ditentukan Rp 1,07 trilyun atau mencapai 101 persen. Sedangkan untuk target RPJMD yang ditentukan sebesar Rp 260 miliar, juga sudah sangat terlampaui. Sektor tersier seperti perdagangan, restoran, hotel, transportasi, telekomunikasi dan lainnya, mendominasi peningkatan investasi.

“Dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, hanya ada 7 kabupaten yang melampaui target ivestasi dan salah satunya adalah Kabupaten Banyumas,” tuturnya.

Terkait keberhasilannya tersebut, Diah menuturkan dipengaruhi dan didukung oleh banyak faktor. Antara lain pihaknya melakukan jemput bola sejak awal 2020, yaitu dengan pro aktif mendatangi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta melakukan berbagai program terobosan lainnya.

“Sebenarnya pandemi juga berdampak terhadap investasi di Banyumas, hanya saja sejak awal tahun sebelum pandemi, kita sudah melakukan sosialisasi dan jemput bola secara masif. Kemudian di tengah pandemi, UMKM mulai bangkit dan penguatan pada sisi UMKM ini yang mampu menutup target kita tahun 2020,” terangnya.

Selain target investasi, DPMPTSP Kabupaten Banyumas juga terus meningkatkan kualitas pelayanan. Salah satu yang menjadi perhatian khusus yaitu upaya peningkatan kualitas UMKM. Dimana untuk kepengurusan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP IRT), melakukan jemput bola kepada para pelaku UMKM di kecamatan dan desa-desa. Gerakan legalisasi UMKM ini sudah dilakukan mulai bulan September 2020 dan saat ini sudah merambah pada 18 kecamatan.

Lihat juga...