Investasi Hijau Berbasis Kayu Tetap Dilirik Warga Lamsel

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Investasi pada sektor hijau masih menjadi peluang bagi masyarakat kala pandemi Covid-19. Subawi, salah satu warga Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan menyebut produk kayu, buah dan hasil nonkayu tetap memberi keuntungan ekonomis.

Sebagian masyarakat telah mengembangkan investasi hijau dengan beragam tanaman. Pilihan pada pohon sengon sebut Subawi dilakukan seiring peningkatan permintaan bahan baku.

Jenis kayu sengon sebutnya banyak dimanfaatkan untuk pembuatan palet,bahan bangunan. Meski masuk kelas kayu biasa masa tanam hingga enam tahun memberi imbal hasil menjanjikan. Jenis kayu lain yang ditanam meliputi medang,bayur dan jati ambon yang cepat panen.

Pemanfaatan lahan untuk investasi hijau sebut Subawi dilakukan sejak program Kebun Bibit Rakyat (KBR). Penyediaan modal bagi masyarakat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menyediakan sekitar 50.000 bibit dibagikan melalui kelompok. Selama enam tahun kayu bisa dipanen untuk berbagai kebutuhan.

“Kontur perbukitan dengan dominasi lereng membuat lahan sulit untuk diolah menjadi lahan pertanian, solusi untuk bisa mendapatkan profit dilakukan petani dengan investasi hijau menanam berbagai jenis pohon yang bisa dipanen setelah enam tahun, pengelolaan lebih mudah dan pasti menghasilkan,” terang Subawi saat ditemui Cendana News, Rabu (3/2/2021).

Investasi hijau dengan penanaman kayu dilakukan Subawi di Desa Kelawi dengan penanaman kayu sengon, Rabu (3/2/2021). -Foto Henk Widi

Pilihan investasi hijau berbasis kayu lanjut Subawi setelah melihat potensi pasar. Permintaan kayu sengon dan jenis kayu lain untuk memenuhi sejumlah toko bahan bangunan. Kebutuhan akan palet untuk pengiriman barang yang semakin meningkat ikut mendorong permintaan kayu. Ia bisa mendapat omzet belasan hingga puluhan juta dari jenis kayu sengon, medang, bayur dan jati ambon

Investasi hijau untuk mendapatkan produk kayu menjadikan Naim, warga Desa Rawi, Kecamatan Penengahan menyediakan bibit. Jenis bibit yang disediakan sebutnya meliputi sengon, kemiri, durian, matoa dan cengkeh. Bagi masyarakat yang memiliki lahan penanaman berbagai jenis pohon kayu menjadi peluang investasi jangka menengah dan panjang.

Melalui CV Naura Kanza Indah Lestari, Naim menyebut semakin banyak masyarakat menanam pohon. Sebelumnya lahan hanya ditanami satu jenis tanaman. Mudahnya memperoleh bibit mendorong masyarakat melakukan investasi hijau berbasis kayu. Hasil nonkayu berbentuk gubal damar, getah dan buah kemiri, duria, jengkol menjadi potensi ekonomi.

“Jenis pohon dengan kualitas bagus yang tersertifikasi mampu menghasilkan kayu cepat panen,cepat berbuah tidak harus menunggu lama untuk mendapatkan hasil,” cetusnya.

Susanto, salah satu warga pemilik satu hektare lahan menyebut memilih menanam jati ambon. Tanaman berciri khas batang tegak lurus itu bisa dimanfaatkan untuk bahan papan, palet. Saat memiliki diameter lebih dari 30 cm dalam jangka tujuh tahun ia bisa memanennya. Investasi hijau berbasis kayu sangat cocok diterapkan bagi masyarakat untuk mendapat hasil tambahan.

Pemanfaatan lahan untuk penanaman pohon sebut Susanto sekaligus ikut menjaga resapan air. Pasokan air pada sejumlah wilayah sebutnya mulai berkurang imbas alih fungsi lahan. Sebagian lahan yang berubah menjadi bangunan berimbas area resapan air hilang. Penanaman pohon sebagai investasi melalui sistem tebang pilih menjaga mata air tetap lestari.

“Investasi pohon selain menghasilkan uang bisa menghemat pengeluaran karena sumur tetap menghasilkan air jadi tidak harus membeli,” paparnya.

Ketersediaan bibit gratis disediakan oleh Persemaian Permanen (PP) Karangsari, Lampung Selatan. Lembaga di bawah naungan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Way Seputih Way Sekampung itu menyediakan lebih dari 2juta bibit. Agung Sutejo, petugas bagian produksi bibit menyebut musim hujan jadi kesempatan warga untuk menanam.

Sejumlah tanaman untuk investasi bisa diperoleh gratis. Syaratnya warga membawa data diri,dokumen luasan lahan. Jenis bibit tersedia berupa tanaman kayu sengon,jati ambon dan tanaman buah pala, sirsak, jambu jamaica. Potensi tanaman tumbuh kala penghujan membuat permintaan meningkat. Sebagian warga yang telah menanam kayu dan menikmati hasil panen mulai meminta bibit untuk ditanam pada lahan.

Lihat juga...