Italia Perpanjang Pembatasan Aktivitas karena Corona Hingga Paskah

Botol dengan stiker bertuliskan, "COVID-19 / vaksin Coronavirus / Injeksi" dan jarum suntik medis terlihat di depan logo AstraZeneca yang ditampilkan dalam ilustrasi (31/10/2020) - Foto Ant

ROMA – Pemerintah Italia, memperpanjang pembatasan aktivitas karena pandemic virus corona, hingga setelah Paskah. Menteri Kesehatan Italia disebutkan, berencana mempercepat upaya vaksinasim untuk mencoba mengalahkan pandemi COVID-19.

Italia, menjadi salah satu negara yang paling terpukul oleh COVID-19. Mereka telah mengalami penurunan kasus harian dari sekitar 40.000 pada November, menjadi di bawah 15.000 saat ini.

Tetapi para pejabat setempat khawatir, upaya pelonggaran pembatasan dapat menyebabkan lonjakan infeksi, yang didorong oleh varian baru yang sangat menular. “Kondisi epidemiologi tidak memungkinkan kami untuk melonggarkan pembatasan,” ujar Menteri Kesehatan Italia, Roberto Speranza, kepada parlemen serempat, Rabu (24/2/2021).

Varian virus yang pertama kali ditemukan di Inggris, Afrika Selatan, dan Brazil, disebut-sebut semakin terdeteksi di Italia. Pemerintah memberlakukan serangkaian pembatasan sebelum Natal, beberapa di antaranya akan berakhir minggu depan.

Speranza mengatakan, peraturan baru akan dikeluarkan dalam waktu dekat. Dan akan berlaku hingga 6 April, di akhir liburan Paskah. Dia tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut, tetapi bioskop, teater, dan pusat kebugaran, tampaknya akan tetap tutup. Sementara jam buka untuk bar dan restoran hampir pasti akan sangat terbatas.

Untuk mengatasi kasus baru COVID-19, kabinet baru Perdana Menteri Mario Draghi, awal pekan ini akan memperpanjang larangan perjalanan tidak penting di antara 20 wilayah di negara itu.

Speranza mengatakan, pemerintah juga berupaya mempercepat upaya vaksinasi. Italia meluncurkan kampanye vaksin pada akhir Desember, dan sejauh ini telah memberikan 3,7 juta suntikan termasuk suntikan kedua.

Secara keseluruhan, Italia menerima 5,2 juta dosis vaksin dari produsen, tetapi penundaan pasokan, yang juga mempengaruhi negara-negara Uni Eropa lainnya, menghambat upaya tersebut. Wilayah Lombardy utara mengatakan, akan mengubah taktiknya untuk Bergamo dan Brescia, dua daerah yang terkena dampak terparah di Eropa dan mengalami peningkatan infeksi bulan ini – untuk membebaskan lebih banyak suntikan bagi penduduk setempat. “Kami akan menurunkan dosis yang tersedia untuk suntikan kedua. Kami harus bergerak cepat,” kata Guido Bertolaso, koordinator kampanye vaksinasi regional.

Beberapa pejabat Italia mengatakan,  seluruh negara harus melakukan hal yang sama, mengikuti Inggris, yang telah berfokus pada vaksinasi sebanyak mungkin. Dan tidak menyisihkan vaksin untuk suntikan kedua yang direkomendasikan. (Ant)

Lihat juga...