Jaga Ekosistem Lingkungan, Gulma Air di Rawa Pening Dibersihkan

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Keberadaan Danau Rawa Pening, selain menjadi sumber air juga pengendali banjir di wilayah Kabupaten dan Kota Semarang. Namun fungsi danau terbesar di Jawa Tengah tersebut, tidak optimal akibat keberadaan gulma air berupa eceng gondok.

“Kita ketahui, Danau Rawa Pening, berdasarkan Konferensi Nasional Danau Indonesia I pada 2009 lalu di Bali, merupakan salah satu dari 15 danau yang menjadi prioritas karena banyaknya gulma air yang menutupi permukaannya,” papar Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, M. Adek Rizaldi saat dihubungi di Semarang, Rabu (17/2/2021).

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, M. Adek Rizaldi saat dihubungi di Semarang, Rabu (17/2/2021). -Foto Arixc Ardana

Dipaparkan, dengan pertumbuhan gulma air yang cepat, pihak BBWS Pemali Juana bersinergi dengan TNI, untuk membantu membersihkan eceng gondok di danau tersebut.

“Saat ini, kita sudah sekitar 70 hektare danau yang berhasil dibersihkan dari eceng gondok. Target total yang rutin kita lakukan selama ini 200 hektare. Dengan adanya kerjasama dengan TNI tersebut, untuk tahun ini kita lakukan pembersihan sekitar 150 hektare, sementara sisanya dibantu TNI,” lanjutnya.

Alat berat pun sudah dikerahkan untuk membersihkan Rawa Pening, dengan menggunakan harvester berky excavator semacam perahu excavator yang mampu mengangkat gulma dari tengah danau, untuk dibawa ke pinggiran.

“Selanjutnya, eceng gondok tersebut diambil menggunakan long arm excavator, lalu diangkut dengan dump truk dan dibuang ke tempat pembuangan akhir,” terangnya.

Ditambahkan, selain dilakukan pembersihan eceng gondok, juga dilakukan pengerukan sedimentasi dengan target mencapai 5 juta meter kubik. Hal tersebut juga tidak lepas dari fokus BBWS Pemali Juana, dalam upaya peningkatan kualitas dan kuantitas air di Rawa Pening.

Sementara, Kabid Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA) Dina Noviadriana menambahkan, pembersihan eceng gondok tersebut dibagi menjadi dua titik, yaitu Tuntang-Kesongo, lalu Bukit Cinta-Kesongo.

Selain itu BBWS Pemali Juana juga sedang melakukan koordinasi dengan pemda dan masyarakat,  dalam upaya memindahkan 2.700 petak karamba yang berada di Rawa Pening

“Revitalisasi ini diharapkan permukaan Rawa Pening tidak lagi dipenuhi oleh gulma air, sehingga dapat menjaga kelangsungan ekosistem yang ada di danau,” terangnya.

Pihaknya pun berharap, seiring dengan pembersihan gulma tersebut,  pengembangan dan pendayaan sumber daya air dapat dilaksanakan secara lebih maksimal. “Sekaligus  dapat mencegah kerusakan air danau dari gangguan, baik yang disebabkan oleh alam maupun tindakan manusia,” pungkasnya.

Lihat juga...