Jalan Santai Cara Masyarakat Jaga Kesehatan Kala Pandemi Covid-19

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Sejumlah aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran tubuh tetap dilakukan warga kala pandemi Covid-19. Jalan santai jadi salah satu alternatif olahraga yang bisa dilakukan di segala lokasi.

Fahrurozi, salah satu warga Tanjung Karang, Bandar Lampung menyebut memilih jalan kaki minimal 30 menit perhari. Aktivitas itu menjaga stamina tubuh dan menjaga denyut jantung dengan tetap menjaga agar fisik tidak kelelahan.

“Olahraga dengan cara santai minimal 30 menit sangat efektif bagi saya untuk menguatkan imun asal konsisten, agar tubuh selalu aktif bergerak dengan rute yang kerap berubah agar tidak bosan, terkadang saya melakukan aktivitas lari ke arah perbukitan pinus Sukadanaham yang memiliki udara sejuk,” terang Fahrurozi saat ditemui Cendana News, Jumat (5/2/2021).

Jalan santai sebut Fahrurozi menjadi penyeimbang baginya untuk menerapkan pola hidup sehat. Sebab pola makan yang kerap tidak teratur berimbas obesitas. Intesitas bisa diatur menggunakan stop watch, sebab pengaturan waktu berguna mengatur pernapasan sekaligus mempertahankan detak jantung teratur.

Aktivitas jalan santai di luar rumah menurutnya tidak hanya dilakukan pagi hari. Saat melalukan tugas pekerjaan pada pagi hari ia mempergunakan waktu sore. Aktivitas pekerjaan yang saat ini sebagian dilakukan dengan sistem Work From Home (WFH) memberi banyak waktu luang.

“Agar tetap ada semangat jalan santai kerap dilakukan bersama kerabat sehingga memberi motivasi positif,” cetusnya.

Melakukan jalan santai bersama kerabat sebutnya bisa melepaskan hormon endorfin. Hormon tersebut merupakan senyawa kimia yang dilepaskan otak menimbulkan rasa senang.

Aktivitas fisik lari dan jalan santai dilakukan Fahrurozi (kaos hitam) untuk mendapatkan stamina tubuh yang baik selama pandemi di lapangan Saburai, Enggal, Bandar Lampung, Jumat (5/2/2020). Foto: Henk Widi

Pilihan jalan santai dikombinasikan dengan lari dilakukan Susana. Wanita yang kerap ikut senam aerobic di salah satu klub itu mengaku sementara aktivitas dihentikan. Ia tetap rutin melakukan olahraga selama 30 menit untuk menjaga intensitas gerak.

“Saya memiliki video tutorial untuk aktivitas senam aerobic tapi kombinasi jalan santai dan lari di luar ruangan juga penting,” paparnya.

Memudahkan aktivitas jalan santai,Susana menyebut memanfaatkan aplikasi penghitung langkah. Dalam kondisi normal ia menyebut sehari dibutuhkan sebanyak 4.000 langkah perhari. Aplikasi penghitung langkah pada smartphone miliknya memudahkan ia bisa menjaga kestabilan langkah perhari. Sebab selain menjaga stamina langkah ikut menjaga imunitas tubuh.

Aktivitas jalan santai di lapangan Saburai dimanfaatkan warga untuk menikmati fasilitas olahraga. Hendra, salah satu pemuda di Enggal menyebut klub senam jantung sehat kerap menggelar aktivitas olahraga di lapangan tersebut.

Selain melakukan jalan santai, ia bisa mengimbangi aktivitas fisik dengan fitness outdoor yang memberi manfaat untuk menjaga kebugaran tubuh.

Lihat juga...