Jelang Imlek, Harga Bahan Pokok di Kota Semarang Masih Stabil

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Jelang tahun baru Imlek, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang, masih stabil. Terutama untuk daging ayam, bawang merah, bawang putih hingga cabai.

“Harga cabai malah sekarang yang turun, meski masih tinggi. Sudah seminggu terakhir, harga cabai merah setan Rp 70 ribu per kilogram, sebelumnya sampai Rp 80 ribu per kilogram. Sementara, untuk bawang merah-putih juga stabil di harga Rp 25 – Rp 27 kilogram per kilogram,” papar pedagang bahan pokok, Kartini, saat ditemui di Pasar Peterongan Semarang, Selasa (2/2/2021).

Dipaparkan, kestabilan harga tersebut terjadi karena pasokan juga lancar. Termasuk bawang merah-putih, yang sebelumnya sempat naik, kini sudah berangsur normal.

“Bawang merah sempat mencapai Rp 35 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih lebih mahal lagi Rp 40 ribu per kilogram, namun sekarang sudah turun. Sudah normal, hanya tinggal cabai merah yang masih tinggi, meski sudah mengalami penurunan harga,” terangnya.

Meski demikian, dirinya tidak bisa memastikan apakah harga bahan pokok tersebut, akan tetap stabil atau mengalami kenaikan.

“Kalau hujan terus, bisa jadi harga naik, karena pengiriman jadi terhambat. Namun kalau melihat tahun-tahun sebelumnya, seringnya naik namun tidak terlalu tinggi,” tambahnya.

Sementara, untuk harga telur juga masih stabil, bahkan cenderung turun, di harga Rp 23 ribu per kilogram, dari awalnya Rp 25 ribu per kilogram.

Pedagang ayam potong, Siti, tengah melayani pembeli saat ditemui di Pasar Peterongan, Selasa (2/2/2021). -Foto Arixc Ardana

Terpisah, harga daging ayam juga masih stabil, meski Imlek kurang dari 10 hari kedepan. Hal tersebut disampaikan Siti, pedagang daging ayam di Pasar Peterongan Semarang.

“Harga masih stabil, kalau campur, misalnya daging sayap, dada, paha dan lainya masih Rp 30 ribu per kilogram. Namun kalau hanya paha ayam, lebih mahal Rp 32 ribu,” paparnya.

Diterangkan, permintaan masyarakat akan daging ayam juga tetap tinggi, meski saat ini Kota Semarang masih menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tahap II.

“Pedagang warung makan, banyak yang ambil ke sini. Ya masih tetap banyak, kan rata-rata mereka jualan warung siang hari, kalau malam sekarang juga bisa sampai jam 22.00 WIB, jadi tetap bisa buka seperti biasanya,” terangnya.

Siti menjelaskan dalam sehari, usaha tersebut bisa memotong hingga 200 ekor ayam. Seluruh daging tersebut juga langsung habis dibeli secara langsung, atau dikirimkan ke pembeli langganan seperti rumah makan dan lainnya.

“Kalau yang dikirim itu sudah langganan, jumlah sekian ekor sudah ada catatannya, selebihnya dijual biasa,” tandasnya.

Lihat juga...