Jember Masih Aman dari Erupsi Gunung Raung

Asap kawah berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal, setinggi sekira 600-1000 meter dari puncak Gunung Raung, terlihat dari Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, pada Minggu (7/2/2021) pagi – Foto Ant

JEMBER – Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejauh ini masih aman dari dampak erupsi Gunung Raung, yang memiliki ketinggian 3.332 meter dari permukaan laut (mdpl). Hal itu dikarenakan, terpantau arah angin di kawasan tersebut berhembus ke timur dan timur laut.

“Alhamdulillah, arah angin ke timur dan timur laut sejak tiga hari ini sampai sekarang, sehingga Jember aman dari dampak erupsi Gunung Raung,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, M. Satuki, Minggu (7/2/2021).

Gunung Raung, yang terletak di perbatasan tiga kabupaten yakni Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi, mengalami erupsi dan menyemburkan abu vulkanik ke sejumlah wilayah di Banyuwangi. “Kami terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Raung, seiring dengan peningkatan statusnya dari normal menjadi waspada,” tambahnya.

Kepala UPT Bandara Notohadinegoro Jember, Edy Purnomo, mengaku juga memantau dampak erupsi Gunung Raung. Terutama dampak terhadap aktivitas penerbangan, meskipun di bandara Jember tidak ada penerbangan. “Sebenarnya status bandara buka, namun tidak ada penerbangan dari pihak maskapai. Kami diminta, untuk tetap memantau dampak erupsi Gunung Raung,” katanya.

Aktivitas kegempaan Gunung Raung, pada Minggu (7/2/2021), tercatat terjadi gempa tremor secara terus menerus, dengan amplitudo dominan. Beberapa wilayah di Banyuwangi dihujani dengan abu vulkanik. Petugas Pos Pengamawatan Gunung Api (PPGA) Raung, Burhan Alethea, membenarkan adanya kolom asap erupsi Gunung Raung yang mencapai 1.000 meter di atas puncak kawah.

Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang, teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal. “Abu vulkanik mengarah ke tenggara-timur. Sudah banyak laporan kepada kami, tadi juga abu juga turun di Kantor Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung di Kecamatan Songgon, Banyuwangi,” tuturnya.

Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Semeru tersebut, juga berdampak pada penutupan sementara Bandara Banyuwangi, karena sangat berisiko bagi penerbangan dari dan ke Banyuwangi. Pihak Bandara Banyuwangi, masih menunggu perkembangan sebaran abu vulkanik tersebut, apakah penutupan bandara tersebut akan diperpanjang hingga Senin (7/2/2021) atau tidak. (Ant)

Lihat juga...