Kafe Lepa Lio di Ende Suguhkan Pemandangan Sawah Bertingkat

Editor: Koko Triarko

ENDE – Setelah dibuka secara resmi pada Rabu (20/1/2021), Kafe Lepa Lio di Desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, mulai ramai dikunjungi. Pengendara yang melintasi jalan negara trans Flores Ende-Maumere, mulai ramai mengunjungi kafe ini, untuk sekadar bisa berpose dengan latar belakang sawah bertingkat yang merupakan salah satu spot wisata favorit.

“Sudah mulai banyak yang datang untuk mengabadikan sawah bertingkat sambil menikmati kopi di kafe Lepa Lio,” kata Ferdinandus Watu, pemilik kafe Lepa Lio, saat dihubungi Cendana News, Minggu (7/2/2021).

Nando, sapaan karibnya, menyebutkan niat mendirikan kafe hanya sekadar untuk memperkenalkan destinasi wisata sawah bertingkat di desanya, yang selama ini selalu menjadi spot foto wisatawan.

Pemilik Kafe Lepa Lio sekaligus Kepala Desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, NTT, Ferdinandus Watu, saat ditemui di kafenya, Rabu (13/1/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Menurutnya, sebagai salah satu desa penyangga kawasan wisata Taman Nasional Kelimutu, pihaknya ingin memperkenalkan sebuah spot wisata yang menarik bagi wisatawan.

“Saya ingin menjadikan sawah bertingkat sebagai salah satu tempat singgah bagi wisatawan yang pulang dan pergi ke Danau Kelimutu,” ucapnya.

Nando menambahkan, selain menjual pemandangan sawah bertingkat, Kafe Lepa Lio juga dipergunakan sebagai tourism center atau pusat informasi bagi wisatawan terkait destinasi wisata di desa-desa sekitarnya.

Ia menyebutkan, banyak destinasi wisata yang berada di desa-desa penyangga Taman Nasional Kelimutu yang belum diperkenalkan, sehingga perlu ada sebuah tempat untuk memperkenalkannya.

“Tempat ini juga menjadi semacam pusat informasi bagi wisatawan yang ingin mengunjungi destinasi wisata lain di desa penyangga Taman Nasional Kelimutu,” ujarnya.

Nando menambahkan, pengelolaan kafe ini diserahkan kepada komunitas Remaja Mandiri Community (RMC) yang terdiri dari anak-anak muda di desanya, setelah mendapatkan pelatihan.

Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu, Persada Agussetia Sitepu, menyebutkan pihaknya terlibat memberikan bantuan terkait pemberdayaan masyarakat di sekitar Taman Nasional (TN) Kelimutu 2020, berupa rest area.

Agus menyebutkan, Kafe Lepa Lio merupakan rest area yang sudah sejak lama diharapkan bisa menjadi pusat informasi untuk pengembangan obyek wisata yang ada di sekitar kawasan penyangga Kelimutu.

Dia berharap, kehadiran kafe ini  dapat membantu kelompok RMC Detusoko menjual produk-produk lokal.

“Kafe ini memberikan suguhan pemandangan sawah dan pegunungan yang indah. Kafe ini menjadi salah satu tempat untuk berisitirahat sejenak menikmati hijaunya alam, sambil menyeruput secangkir kopi atau teh hangat,” ungkapnya.

Agus mengatakan, dengan dibukanya Kafe Lepa Lio dapat menjadi fasilitas penunjang wisata di jalur lintas Ende-Kelimutu.

Lihat juga...