Kali Cileungsi Sempat Meluap Sisakan Sampah Bambu

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Sampah bambu, stryofoam, dan pohon kayu berukuran besar menumpuk di aliran Sungai Cileungsi persis di jembatan penyebrangan perbatasan antara Villa Nusaindah, Gunung Putri, Bogor, dengan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa barat.

Hal tersebut dampak dari meluapnya Sungai Cileungsi pada tengah hari tadi, hingga sempat menggenangi sejumlah wilayah meski tidak berlangsung lama karena tinggi muka air kembali turun.

Namun luapan tersebut terpantau menyisakan menyisakan tumpukan sampah di jembatan Villa Nusa Indah, pada sisi kanan dan kiri. Kondisi tumpukan sampah tersebut menahan arus air, dikhawatirkan jika kembali terjadi kiriman dari Bogor, maka banjir dipastikan terjadi.

“Ketinggian muka air, sudah terjadi sejak pagi di hulu sungai Cileungsi. Memang diperkirakan pada tengah hari akan terjadi luapan air Villa Nusa Indah atau tempat pertemuan Kali Cileungsi- Cikeas ke Kali Bekasi,” ungkap Puarman, dikonfirmasi Cendana News, Senin (8/2/2021).

Dikatakan dari pantauan kamera yang terpasang kondiri Kali Cileungsi dan Cikeas pada Senin 8 Februari, di hulunya sudah mencapai puncak. Wilayah aliran diprediksi terjadi banjir.

“Alhamdulillah, tidak terjadi banjir yang cukup di khawatirkan, hanya terjadi genangan meskipun kondisi air sempet sejajar dengan beberapa jembatan yang dilintasi aliran air,” tanda Puarman.

Sementara Kepala BPBD Kota Bekasi, Agus Harpa, melalui keterangan tertulisnya melaporkan, akibat luapan Kali Bekasi terusan dari Kali Cileungsi dan Cikeas terjadi genangan di beberapa titik wilayah Kota Bekasi.

Air jelasnya mulai masuk ke beberapa perumahan, seperti Pondokgede Permai (PGP) Jatiasih, Villa Jatirasa Jatiasih, Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML) Jatiasih, Perumahan Jaka Kencana Bekasi Selatan.

Selain itu, luapan Kali Bekasi juga merendam permukiman warga di Kecamatan Bekasi Timur seperti di Gang Kalimaya RT 01/RW 05 Kelurahan Bekasijaya, Gang Mawar, Bekasijaya RT 04/RW 08, Bekasijaya RT 17/RW 13 dengan ketinggian air mencapai 40 cm. Serta, di Kampung Lebak RT 07/RW 02, Kelurahan Telukpucung dengan ketinggian air mencapai 70 cm.

Agus mengatakan, perumahan yang terdampak luapan Kali Bekasi karena air kali merembes dari tanggul rusak yang dipasang bronjong untuk penanganan sementara saat terjadi banjir tahun lalu.

Sementara itu, General Manager PJT Wilayah 1, John Rico ikut melakukan pemantauan debit air dengan adanya  kenaikan debet Kali Bekasi di bendung pintu air Kota Bekasi dengan mengoperasikan tiga pintu di bendungan tersebut.

“Debit air saat ini pada pukul 15.00 Wib sebanyak 1.112 meter kubik/detik Siaga 1, sebelumnya pada pukul 13.00 Wib sebanyak 826 meter kubik/detik,”terangnya.

Dia berharap untuk berikutnya tidak ada hujan lagi atau kiriman dari cilengsi dan Cikeas. Meskipun terpantau kiriman dari wilayah tersebut ada penurunan.

Terpisah, Kabid SDA dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Zainal Abidin memantau tiga wilayah di Pondok Gede Permai (PGP), Jatirasa, dan Pondok Mitra Lestari (PML) dengan menegaskan bahwa kondisi masih stabil.

Pihaknya juga terus memaksimalkan pompa air, bentuk antisipasi. Di samping bersiaga terjadi  darurat sedia material seperti semen, untuk melakukan perbaikan yang sifatnya darurat.

Lihat juga...