Kampung Budaya Kranggan Tunggu Peresmian

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, Jawa Barat, Teddy Hafni, menegaskan penetapan Kampung Budaya Kranggan di Kelurahan Jatirangga, Jatisampurna, hanya tinggal menunggu peresmian. 

Menurutnya, secara kesiapan sudah selesai. Tidak ada yang harus diperbaiki. Bahkan, tahun lalu sebenarnya telah terjadwal dan semua sudah siap, tapi terkendala oleh pandemi Covid-19 hingga banyak anggaran yang dirasionalisasi.

“Tahun 2020 lalu sebenarnya sudah dijadwalkan peresmian Kranggan sebagai Kampung Budaya, baik dari provinsi atau pusat sendiri. Tapi terkendala Covid-19, hingga anggarannya banyak dirasionalisasi,” ungkap Teddy, kepada Cendana News, Minggu (28/2/2021).

Dikatakan, bahwa Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terus mendorong agar Kampung Budaya segera diresmikan, bahkan sudah kerja sama dengan beberapa sponsor dalam peresmian tahun lalu.

Teddy Hafni, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, Minggu (28/2/2021). –Foto: M Amin

Menurutnya, terkait Kampung Budaya Kranggan di Jatirangga tidak ada persiapan khusus, seperti bangunan atau pun budayanya. Karena di wilayah tersebut sudah terbentuk secara alami sebagai kampung budaya yang dijaga turun-temurun oleh warga setempat. Artinya, hanya menunggu peresmian saja.

“Saya pastinya Disparbud Kota Bekasi tetap men-support Kranggan sebagai Kampung Budaya, baik di tingkat provinsi Jawa Barat atau pun di pusat. Ini murni karena kondisi Covid-19 saja, maka belum dilakukan peresmian,”tegas Teddy

Ia berharap bisa segera menjadi perhatian provinsi dan pusat, agar   Kranggan sebagai Kampung Budaya segera diresmikan. Sehingga bisa menambah destinasi wisata di wilayah Kota Bekasi. Dan, beberapa situs peninggalan sekarang di wilayah Kranggan menjadi warisan budaya dan mendapat perawatan.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan pemerintah Kota Bekasi terus mendorong potensi wisata lain, seperti tempat wisata alami, atau pun tempat kuliner. Salah satunya seperti tempat wisata Situ Rawagede sudah dibuatkan DED untuk dilakukan perbaikan tahun ini.

“Tahun ini, isnyaallah akan ada tegap perbaikan untuk Situ Rawa Gede melalui Provinsi Jawa Barat sesuai janji Gubernur. DEDnya sudah dibuat, semoga terealisasi tahun ini, sehingga Situ Rawagede menjadi destinasi wisata andalan di kota Bekasi,” tandasnya.

Sementara, lanjut Teddy, untuk lokasi wisata Hutan Bambu, tengah dicarikan kerja sama dengan BUMN atau swasta, untuk menata pembangunan lokasi Hutan Bambu, agar lebih memiliki daya tarik.

“Kota Bekasi ini lebih dominan wisata kuliner, atau kolam renang dan mall yang menyediakan berbagai permainan. Wisata alamnya memang sangat minim,” ungkap Teddy.

Dia mengimbau untuk lokais wisata kuliner dan tempat hiburan bisa mematuhi protokol kesehatan. Saat ini di masa PPKM ke dua, ada pelonggaran jam tutup bisa sampai pukul 23.00 WIB.

Sementara Budayawan, Aki Maja, terkait Kampung Budaya Kranggan, mengaku sudah koordinasi dengan Dinas Pariwisata Kota Bekasi dan Provinsi. Ia mengaku hanya mengingatkan, dengan harapan bisa jadi di hari ulang tahun kota Bekasi pada Maret ini.

“Sebenarnya, selaku pengusul awal, hanya mengingatkan saja. Karena sudah dua tahun Kranggan dipilih sebagai Kampung Budaya sampai sekarang belum ada kejelasan,” tegas Ki Maja.

Lihat juga...