Kantor Kesehatan Pelabuhan Banda Aceh Melayani Vaksinasi COVID-19

Koordinator Wilayah Kerja Pelabuhan Ulee Lheue-Lhoknga pada Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Banda Aceh Fery Irawan memperlihatkan sertifikasi vaksinasi COVID-19 di Banda Aceh, Kamis (11/2/2021) – foto Ant

BANDA ACEH – Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Banda Aceh, melayani penyuntikkan vaksin atau vaksinasi COVID-19, baik kepada tenaga kesehatan maupun masyarakat umum.

Koordinator Wilayah Kerja Pelabuhan Ulee Lheue-Lhoknga pada Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Banda Aceh, Fery Irawan mengatakan, pelayanan vaksinasi COVID-19 tersebut diberikan setiap Selasa dan Rabu. “Untuk tahap awal, pelayanan vaksinasi COVID-19 hanya diberikan kepada tenaga kesehatan. Setelah itu aparatur negara dan masyarakat,” kata Fery Irawan, Kamis (11/2/2021).

Fery menyebut, bagi tenaga kesehatan yang ingin divaksin COVID-19 di Kesehatan Pelabuhan Kelas III Banda Aceh, bisa mendaftarkan melalui daring atau online. “Kami juga bisa membantu mendaftarkan mereka yang hendak divaksin dengan membawa surat keterangan diri. Setelah pendaftaran dan terdaftar, baru bisa diberikan vaksin COVID-19,” kata Fery Irawan.

Selama program vaksinasi COVID-19 berlangsung, ada 20-an tenaga kesehatan mendapat pelayanan penyuntikan vaksin COVD-19 di poliklinik Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Banda Aceh. Sementara mereka yang membatalkan vaksinasi di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Banda Aceh sekitar lima hingga enam orang dengan alasan beragam, kebanyakan karena faktor kesehatan. “Dari semua yang divaksin, belum ada seorang pun yang menyampaikan keluhan. Vaksinasi COVID-19 ini berlangsung dua tahap. Setiap yang menjalani vaksinasi di sini akan menerima sertifikat,” kata Fery Irawan.

Sementara itu, sebanyak 80 tenaga kesehatan lansia divaksinasi COVID-19 di RSUP Fatmawati, sebagai upaya pencegahan dan perlindungan agar tidak tertular virus corona. Kegiatan tersebut dilakukan menyusul program vaksinasi lansia yang mulai dilakukan pada pekan ini. Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Fatmawati dr. Loli Simanjuntak SpPD., MARS, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (11/2/2021) mengatakan, secara teknis pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga kesehatan lansia di RS Fatmawati tidak jauh berbeda dengan vaksinasi bagi nakes lainnya.

Vaksinasi COVID-19 untuk tenaga kesehatan lansi – foto Ant

Namun, proses penyuntikan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. “Kalau perbedaan pasti ada. Yang pasti kita harus lebih cermat dan hati-hati, kita juga menyiapkan dua dokter di ruang resusitasi, ambulans juga standby. Kita lebih aware,” tuturnya.

Loli mengungkapkan, sejauh ini pelaksanaan vaksinasi COVID-19 belum ditemukan adanya reaksi spesifik maupun KIPI serius. Kalaupun ada, reaksinya disebutnya sangat ringan. Menteri Kesehatan 2012-2014 dr. Nafsiah Mboi, Sp. A, MPH, turut disuntik vaksin COVID-19 di RS Fatmawati. Usai disuntik dia mengaku bersyukur, menjadi salah satu orang yang mendapatkan vaksin COVID-19.

Vaksinasi disebutnya, membantu melindungi tubuh dari kemungkinan terjadinya dampak berat apabila terpapar atau terinfeksi COVID-19. Nafsiah menjelaskan, meski telah divaksin tidak menjamin seseorang terhindar dari penularan COVID-19. Oleh karenanya, protokol kesehatan 3M seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun harus terus dijalankan. “Kalau seluruh masyarakat kita secara tertib melakukan hal (protokol kesehatan) ini, Insyaallah infeksi baru akan turun,” kata dr. Nafsiah.

Ia berharap vaksinasi COVID-19 terus dilakukan secara masif, termasuk bagi tenaga kesehatan yang masih aktif maupun nonaktif. Sebab, sebagai salah satu kelompok rentan penting untuk diberikan vaksin agar tetap bisa produktif serta terlindungi dari potensi penularan COVID-19 orang sekitar. “Kunci penanganan COVID-19 ada di tangan kita, mari kita mengajak seluruh masyarakat supaya kunci ini, yaitu selalu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, menjauhi kerumunan dan kalau bisa mengurangi mobilitas,” pesannya.

Senada dengan dr. Nafsiah, Prof. dr. H. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P (K), MARS, Member COVAX Independent Allocation of Vaccines Group (IAVG) mengatakan, tidak ada jalan lain untuk mengendalikan pandemi COVID-19 selain menerapkan 3M, 3T dan vaksinasi secara optimal. “Ketiganya harus dilakukan beriringan secara maksimal, kita juga harus bersyukur karena Indonesia menjadi salah satu dari sekian negara yang telah melakukan vaksinasi sejak awal Januari,” kata Prof Tjandra.

Di seluruh dunia, tenaga kesehatan diprioritaskan sebagai penerima vaksin tahap pertama termasuk lansia. WHO menganjurkan nakes lansia, karena memiliki risiko ganda, yaitu profesi mereka yang rawan terpapar COVID-19. Oleh karenanya pemberian vaksin ini diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang prima.

Sebagai salah satu upaya untuk melindungi masyarakat luas, dirinya berharap semakin banyak yang bersedia untuk divaksin COVID-19. Selain vaksinasi bagi tenaga kesehatan lansia, RS Fatmawati juga masih melakukan vaksinasi bagi tenaga kesehatan berusia 18-59 tahun. Per-10 Februari 2021, jumlah sasaran yang akan divaksin sebanyak 2.732 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.971 orang telah diberi vaksin, sementara 661 orang ditunda atau dibatalkan karena kondisi kesehatannya. “Mereka yang tidak dapat diberi vaksin karena ada penyakit penyertanya (Komorbid), seperti hipertensi, diabetes, kanker, autoimun dan lain-lain. Namun, yang paling banyak hipertensi. Tapi selama mereka layak, kami akan berikan (vaksinasi) ya,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...