Karena Pandemi, RSUD Nagan Raya Nunggak Utang Rp18 Miliar

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Iskandar Muda Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh – foto Ant

SUKA MAKMUE – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh, hingga awal Februari 2021 menunggak utang hingga Rp18 miliar. Hal itu terjadi akibat situasi pandemi COVID-19.

“Mengapa kami bisa menunggak utang sebesar Rp18 miliar, karena pendapatan di rumah sakit selama pandemi berkurang, ini terjadi akibat berkurangnya pasien yang berobat ke rumah sakit,” kata Direktur RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya, dr. Doni Asrin, Kamis (4/2/2021).

Tunggakan tersebut terjadi, karena selama pandemi di 2020, pendapatan di rumah sakit milik pemerintah daerah setempat mengalami penurunan mencapai Rp2 miliar per-bulan. Padahal sebelum pandemi, pendapatan rata-rata di rumah sakit tersebut bisa mencapai Rp4,5 miliar hingga Rp5 miliar setiap bulan.

Doni Asrin menjelaskan, meningkatnya utang manajemen rumah sakit setempat, karena disebabkan banyaknya biaya belanja yang harus dikeluarkan pihak rumah sakit, untuk menjalankan operasional. Termasuk diantaranya untuk membeli obat-obatan, bahan habis pakai, serta aneka belanja lainnya. “Sementara jumlah pasien yang berobat di rumah sakit selama tahun 2020, justru mengalami penurunan tajam,” kata dia.

Meski pun demikian, Doni Asrin meyakini, di 2021 ini pendapatan rumah sakit akan kembali mengalami peningkatan. Dan utang dapat diseimbangkan dengan pendapatan. Selain adanya utang yang mencapai Rp18 miliar, hingga awal tahun ini, terdapat piutang rumah sakit pada pihak ketiga sebesar Rp5 miliar yang belum dibayarkan. “Sehingga piutang sebesar Rp5 miliar ini juga menyebabkan pembengkakan utang di rumah sakit,” tambahnya.

Meski sudah memiliki utang sebesar Rp18 miliar, Doni Asrin menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), kepada paramedis yang bertugas, karena manajemen masih mampu menjalankan operasional rumah sakit tanpa ada kendala apa pun. “Termasuk biaya obat-obatan, sampai saat ini pihak distributor obat masih mempercayai kita. Karena obatnya tetap kita bayar meski kita cicil,” katanya menegaskan. (Ant)

Lihat juga...