Kasus HIV/AIDS di Sikka Tercatat Bertambah 74

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Sikka,Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat, selama 2020, terdapat penambahan kasus HIV dan AIDS di Sikka sebanyak 74 kasus yang menyebabkan 5 orang meninggal dunia dan 69 orang masih menjalani perawatan intensif.

“Selama tahun 2020 lalu ada penambahan sebanyak 74 kasus HIV dan AIDS, “ sebut Sekretaris KPA Sikka, Yohanes Siga saat dihubungi Cendana News, Jumat (12/2/2021).

Yohanes Siga,saat ditemui di kantornya di Kota Maumere, Selasa (9/2/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Yan sapaannya menyebutkan, penambahan kasus di tahun 2020 ini jumlah lebih rendah 2 kasus dibandingkan tahun 2019 yang berjumlah 76 kasus dan penambahan kasus terbanyak terjadi tahun 2016 sebanyak 103 kasus.

Dia merincikan,pada tahun 2003  ada 3 warga Sikka  didiagnosa AIDS dan ketiganya meninggal dunia.

Sementara itu lanjutnya,tahun 2004 tidak ada kasus HIV dan AIDS dan tahun 2005 ada 9 kasus AIDS dan 6 orang di antaranya meninggal dunia.

“Kasus korban yang meninggal dunia terbanyak tahun 2014 sejumlah 25 orang disusul tahun 2010 berjumlah 23 orang serta tahun 2012 sebanyak 21 orang,” terangnya.

Ia menambahkan, selama periode 2003 hingga 2020, jumlah kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Sikka berjumlah 904 kasus. Rinciannya, HIV ada 278 kasus dan AIDS 626 kasus serta 209 orang meninggal dunia.

Pengelola Program KPA AIDS Sikka, Yakobus Ernesto Kalla menambahkan, bila dilihat secara umur, maka kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Sikka didominasi oleh warga yang berusia antara  20 hingga 24 tahun.

Jack sapaannya mengatakan, jumlah kasusnya sebanyak 670 orang, disusul usia 15 hingga 19 tahun berjumlah 122 orang.

Dia menambahkan,selebihnya berusia  kurang dari 1 tahun berjumlah 60 orang dan sisanya berusia di atas 50 tahun serta rentang umur antara 1 hingga 14 tahun.

“Bila dilihat menurut pekerjaan, posisi teratas ditempati Ibu Rumah Tangga (IRT) dengan 225 kasus disusul petani ada 146 kasus dan swasta 145 kasus.Berikutnya, sopir 55, buruh 47, karyawan 40 dan PSK 36 orang,” jelasnya.

Selain itu tambah Jack, profesi lainnya 28 orang, tidak bekerja 27, PNS/TNI/Polri 24, balita 24,  ojek 23 serta tak diketahui 21orang.

Ia menjelaskan, ada juga berprofesi mahasiswa sebanyak 21 orang disusul pelajar 10, nelayan 8, waria 7, satpam 7, ABK 6, perawat 2, serta napi dan koki masing-masing 1orang.

Lihat juga...