Kasus Transmisi Lokal di Sikka Sudah Menjangkau Desa

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Kasus kematian akibat positif Covid-19  terjadi di Desa Nangatobong, Kecamatan Waigete yang berjarak sekitar 35 kilometer arah timur Kota Maumere, ibukota Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, mengharapkan agar masyarakat harus meningkatkan kesadaran dalam penerapan protokol kesehatan.

“Hari ini kembali terjadi pasien positif Covid-19 meninggal dunia.Korban berasal dari desa sehingga kasus transmisi lokal sudah menyebar hingga ke desa bukan di kota lagi,” sebut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sikka, dr.Clara Yosephine Francis, MPH dalam press release, Selasa (9/2/2021).

dr. Clara Yosephine Francis, MPH saat ditemui di Puskesmas Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Sabtu (6/2/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Clara menyebutkan, pasien yang meninggal dunia ini bernisial AK, seorang laki-laki yang berusia 39 tahun dan beralamat di Desa Nangatobong, Kecamatan Waigete yang sempat mendapatkan perawatan di RS TC Hillers Maumere.

Dia menyebutkan,almarhum masuk RS TC Hillers Maumere tanggal 20 Januari 2021 dengan keluhan sesak nafas sehingga langsung dilakukan pemeriksaan menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM).

“Tanggal 26 Januari dilakukan tes swab menggunakan metode TCM dan hasilnya positif. Pasien pun dirawat di ruang isolasi dengan kriteroa gejala berat,” ungkapnya.

Clara menambahkan, pasien meninggal tadi pagi, Selasa (9/2/2021) pukul 06.40 WITA dan proses pemakamannya dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan di TPU Covid-19 di Kelurahan Wolomarang,Kecamatan Alok Barat.

Dirinya mengakui, transmisi lokal sudah sangat mengkhawatirkan apalagi dengan adanya pesta yang terus digelar dengan tidak menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Banyaknya pesta yang digelar masyarakat membuat kami khawatir ada peningkatan drastis kasus positif Covid-19. Kita terus mengimbau masyarakat untuk tetap patuh pada protokol kesehatan,” ungkapnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka ini menambahkan, Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Pr telah menjalani vaksinasi Covid-19,Selasa (9/2/2021) setelah sebelumnya belum mendapatkan vaksinasi akibat tekanan darah tinggi.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo menyebutkan nantinya semua warga Kabupaten Sikka harus divaksin Covid-19 dan jangan takut karena aman terhadap kesehatan.

Robi sapaannya menyebutkan, pemerintah tetap konsisten disiplin terhadap protokol kesehatan dan melakukan pemeriksaan  di pintu masuk dan keluar secara ketat.

“Tentunya semua pihak harus bekerja sama mengatasinya.Termasuk masyarakat harus cerdas dalam bertindak mengikuti protokol kesehatan,” ungkapnya.

Robi menambahkan, pesta tetap dilaksanakan mengikuti protokol kesehatan dan berlangsung hingga jam 6 sore dan harus mengikuti dan taat terhadap protokol kesehatan.

“ Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka akan bertindak tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan pesta tersebut,” pungkasnya.

Lihat juga...