Katar Jatibening Kreasikan Padi Melalui Sistem Hidroponik

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Karang Taruna, Kelurahan Jatibening, Kota Bekasi, Jawa Barat, sukses melakukan inovasi menanam padi melalui media tanam hidroponik. Saat ini padi yang di tanam tersebut tumbuh normal dan sudah berumur hampir dua bulan.

Rahmat Ketua Majelis Pertimbangan Katar Jatibening, dikonfirmasi Cendana News, Senin (1/2/2021). Foto: Muhammad Amin

“Ini adalah inovasi dengan mencoba hal baru, karena di Bekasi rata-rata tanaman hidroponik jenis sayuran atau tanaman lainnya. Kami ingin mencoba Padi, hasilnya memuaskan bisa tumbuh layaknya di sawah,” ujar Rahmat Ketua Majelis Pertimbangan Katar Jatibening, kepada Cendana News, Senin (1/2/2021).

Dikatakan dalam pengembangan menggunakan sistem dari Kolam Bioflog yang diisi dengan Lele dan lumpur. Ini merupakan kolaborasi, kotoran lele menjadi nutrisi air yang dialirkan melalui pipa ke akar padi.

Dijelaskan bahwa tahapan menanam padi dengan media hydroponic tidak berbeda dengan tanaman jenis lainnya seperti menyiapkan Instalasi Hidroponik , dengan wadah tanam gelas plastik disesuaikan dengan lobang, isi dengan kompos dan sekam dengan Perbandingan 1 Sekam 4 Kompos.

Kemudian isi dengan tiga bulir benih bibit padi yang telah disiapkan dan masukkan ke dalam instlasi hidroponik. Tapi tentu pastikan air kolam lele mengalir membasahi permukaan bawah gelas.

“Ini hanya kreatifitas, pengembangan baru atau uji coba, setelah berhasil tentunya akan dikembangkan dengan mensosialisasikan di tengah warga,” jelasnya.

Ilhamdi, Pengurus Karang Taruna Kelurahan Jatibening yang membidangi Lingkungan hidup dan Pertanian menyampaikan, uji coba tersebut arahan dari Novel Saleh Hilabi. Sehingga bisa dua yakni panen padi dan panen lele.

Ini adalah kegiatan yang baru Katar Jatibening yang dijalankan mulai akhir tahun, dengan menanam padi dengan media hidropnik di bawahnya ada kolam Bioflog Lele yang akan di jadikan sebagai sumber nutrisi padi yang sebelumnya kami hanya menanam sayur sayuran. Diharapkan mampu menginspirasi di Bekasi.

Novel Saleh Hilabi, pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia sekaligus pengarah bertanam padi Melalui Media hidroponik menyampaikan beberapa alasan mengapa masyarakat perkotaan harus hijrah ke media hidroponik yang selama ini sudah mulai dikenal di berbagai wilayah.

Menurutnya tingginya kebutuhan beras di wilayah perkotaan, maka Hidroponik solusi untuk menekan harga beras yang terus naik karena kurangnya persediaan.

“Saya harapkan pemuda di Bekasi, terus ber-karya di Pertanian hidroponik karena usaha yg sustained adalah pertanian, orang masih butuh makan setiap hari nya, tinggal para pemuda harus lebih kreatif dalam pengemasan produk nya sehingga menarik para konsumen membeli produk pertanian kita,” papar Nofel.

Keterbatasan lahan tidak menutup kemungkinan untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan kreatifitas. Caranya memanfaatkan lahan yang ditanami berbagai jenis komoditas sayur-sayuran bahkan tanaman buah semusim.

“Namun seiring berjalannya waktu, padi saat ini mulai dilirik dan diminati masyarakat kota menjadi komoditas andalan,” tandasnya.

Di ketahui saat ini Katar Jatibening, mengembangkan Padi hidroponik di atas 185 lobang bentuk uji coba. Adapun jarak tanamnya 7,5 CM. Tumbuh pun normal dan tidak ada nutrisi tambahan hanya mengandalkan kotoran dan endapan pakan lele.

Lihat juga...