Kawasan PETI Dongi-Dongi Kembali Ramai Penambang Ilegal

Dua penambang membawa kayu-papa dengan kenderaan sepeda motor menuju lokasi areal PETI Dongi-Dongi – foto Ant

POSO – Lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), yang terletak di wilayah Dongi-Dongi, Kabupaten Poso, sudah kembali ramai diserbu penambang.

“Saya tadi ketika lewat di pintu masuk lokasi PETI Dongi-Dongi, banyak sekali kendaraan roda dua dan empat yang parkir di kiri dan kanan jalan raya,” kata Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Longki Djanggola, di lokasi obyek wisata Danau Tambing.

Gubernur Longki mengatakan, dia melihat ada banyak potongan kayu di depan rumah milik warga, yang ada di pintu masuk ke lokasi PETI Dongi-Dongi. Sepertinya, Kawasan PETI Dongi-Dongi disebutnya sudah kembali ramai. “Buktinya, banyak sekali kendaraan di parkir di pinggir jalan, dan saya melihat plat normor kendaraan ada DD dan DB. Itu kan kendaraan dari daerah tetangga kita Sulsel dan Sulut,” kata Gubernur.

Dia mengaku telah banyak menerima laporan dari masyarakat termasuk soal PETI Dongi-Dongi. “Dan semua laporan masyarakat itu sudah diteruskan kepada pihak berwajib yaitu Polda Sulteng dan kemana-mana,” ujar Gubernur Longki.

Jika kawasan itu benar-benar dijaga dengan baik, tidak mungkin penambang berani untuk melakukan kegiatan. Sayang sekali, meski beberapa waktu lalu sudah dilakukan penanaman pohon di areal lokasi eks PETI Dongi-Dongi, agar kawasan tersebut tidak lagi dijadikan tempat untuk menambang emas, namun tidak membuahkan hasil. “Saya ikut menanam pohon di lokasi itu. Ya sekarang ini pasti sudah tidak ada lagi pohon-pohon yang ditanam waktu lalu,” tandasnya.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu, Jusman membenarkan, kawasan PETI Dongi-Dongi sudah kembali menjadi lahan penambangan emas. PETI Dongi-Dongi, sebelumnya di 2011-2012 sudah ditutup. Setelah ditutup, langsung ditindak lanjuti dengan penanaman berbagai jenis pohon dan kayu untuk menghijaukan kembali areal tersebut. Namun sejak Januari hingga Februari 2021, kembali ramai lagi diserbu para penambang, yang datang dari berbagai daerah di Pulau Sulawesi.

Paling banyak, penambang yang dating berasal dari Kotamobagu dan Bolangmongondou. Jusman menyebut, akan segera melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait, untuk menangani persoalan tersebut. Karena itu, ia memohon kepada Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, untuk memberikan dorongan agar permasalahan PETI Dongi-Dongi secepatnya bisa diselesaikan. “Memang lokasi PETI Dongi-Dongi sekarang ini sudah seperti pasar,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...