Kebijakan Baru Vaksinasi Covid-19, Target Sasaran di Jateng Bertambah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Seiring pelaksanaan vaksinasi covid-19, telah memberikan dampak positif, khususnya terjadi penurunan kasus konfirmasi positif covid-19 pada nakes, yang menjadi sasaran dalam tahap pertama.

“Sebelumnya itu rata-rata tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid, seminggu rata-rata 250-300 orang nakes per minggu di Jawa Tengah. Tapi setelah vaksinasi, itu menurun, bahkan minggu terakhir ini, seminggu itu hanya 27 orang,” papar Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo, saat dihubungi di Semarang, Senin (15/2/2021) petang.

Di satu sisi, diakui saat ini masih ada nakes yang belum mendapatkan vaksin covid-19, karena tidak lolos syarat kesehatan. Misalnya komorbid, penyintas covid-19 atau tengah menyusui.

“Nakes yang belum divaksin sekitar 15 persen, tetapi kebanyakan karena tidak lolos persyaratan seperti usia lansia, punya komorbid, baik hipertensi, diabetes, maupun yang lain. Namun kini, seiring dengan adanya kebijakan baru, diharapkan akan semakin banyak nakes yang mengikuti vaksinasi,” tambahnya.

Sesuai aturan terbaru dari Kemenkes, vaksinasi covid-19 dapat diberikan pada kelompok usia di atas 60 tahun, komorbid, penyintas covid-19 dan ibu menyusui, namun dengan terlebih dahulu dilakukan anamnesa atau pemeriksaan tambahan.

Termasuk juga bagi komorbid dengan hipertensi, juga dapat divaksinasi kecuali jika tekanan darahnya di atas 180/110 MmHg.

Sementara, untuk komorbid penderita diabetes tetap dapat divaksinasi sepanjang belum ada komplikasi akut, demikian juga bagi penyintas kanker juga dapat mengikuti vaksinasi.

Di satu sisi, pihaknya pun memastikan ketersediaan vaksin, terkait adanya kebijakan baru vaksinasi covid-19.

“Mereka ini sebelumnya sudah terdaftar sebagai penerima vaksin covid-19, sehingga kebutuhan vial atau dosis vaksin juga sudah disiapkan, namun dalam pemeriksaan persyaratan saat pelaksanan vaksinasi, mereka tidak lolos. Seperti sedang sakit, penyintas, komorbid dan lainnya, sehingga kini dengan aturan yang baru, mereka bisa mengikuti vaksinasi,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Abdul Hakam saat dihubungi menjelaskan, proses vaksinasi covid-19 tahap pertama dengan sasaran tenaga kesehatan (nakes) di Kota Semarang, sudah mencapai 95,24% untuk suntikan dosis pertama, atau equivalen dengan 17.860 dari 18.752 target sasaran vaksinasi.

Sedangkan untuk suntikan dosis kedua, telah mencapai 68,01%, atau equivalen dengan 12.754 target sasaran vaksinasi yang sama.

“Sejauh ini, kita tidak ada kendala teknis dalam pelaksanaan vaksinasi, hanya saja memang tidak bisa seluruh nakes, bisa divaksinasi dengan cepat. Misalnya, saat akan mengikuti vaksinasi, ada yang sakit, hamil, menyusui, atau tidak lolos persyaratan secara kesehatan misalnya komorbid atau memiliki penyakit penyerta, hingga penyintas covid-19,” paparnya.

Namun kini seiring dengan kebijakan baru terkait vaksinasi, pihaknya pun akan melakukan vaksinasi kepada nakes, yang sebelumnya tidak lolos pemeriksaan kesehatan karena komorbid dan lainnya. “Segera menyusul, sehingga harapannya seluruh nakes, bisa tervaksinasi,” terangnya.

Hakam juga menjelaskan, saat ini pihaknya pun sudah bersiap, melakukan vaksinasi tahap kedua, dengan 13 kelompok yang akan menjadi sasaran vaksinasi.

Kelompok tersebut antara lain, aparatur pemerintah daerah, masyarakat lanjut usia, pelayan publik, pekerja transportasi publik, atlet, wartawan atau pekerja media, serta pekerja pariwisata, pendidik, pedagang pasar, tokoh agama, DPRD, pejabat negara, hingga anggota TNI/ Polri/ Satpol PP.

“Mereka ini, termasuk kelompok masyarakat yang cukup rentan terhadap covid-19, sehingga diharapkan dengan menyasar kelompok tersebut, laju penyebaran covid-19 dapat ditekan. Kita targetkan, vaksinasi tahap kedua bisa dilakukan mulai 21 Februari 2021 atau setelah tahap pertama selesai,” pungkasnya.

Lihat juga...