Kebijakan Jateng di Rumah, Perbatasan Banyumas Dijaga 24 Jam

Editor: Mahadeva

BANYUMAS – Selama pemberlakuan kebijakan Jateng di Rumah Dua Hari, seluruh perbatasan wilayah Kabupaten Banyumas dijaga ketat petugas selama 24 jam. Warga pelaku perjalanan antarkabupaten atau kota di wilayah Jawa Tengah, dilarang masuk ke Banyumas, begitupun sebaliknya.

Namun, untuk kendaraan dari luar Jawa Tengah, diperbolehkan untuk melintas di Banyumas. Begitu pula, untuk mobil ekspedisi ataupun yang mengangkut barang-barang kebutuhan pokok. Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie mengatakan, di setiap titik perbatasan dijaga oleh 16 orang petugas gabungan. Terdiri dari TNI, Polri dan Linmas, masing-masing empat personel. Sedangkan dari Dinhub dan Satpol PP, masing-masing dua personel.

Perbatasan yang mendapat penjagaan ketat antara lain, di perbatasan Banyumas-Purbalingga, kemudian perbatasan di daerah Wangon, Ajibarang, Somagede dan Tambak. Kebijakan Jateng di Rumah berlangsung selama dua hari, Sabtu (6/2/2021) hingga Minggu (7/2/2021). Masyarakat diminta untuk tetap berada di rumah, dan meminimalkan kegiatan di luar rumah.

Pada hari pertama penerapan, jalanan di Kota Purwokerto maupun di perbatasan terpantau sepi. Kendaraan yang melintas didominasi oleh warga sekitar saja. Itupun jumlahnya sangat sedikit. “Hanya warga sekitar yang hendak pergi ke pasar ataupun membeli kebutuhan saja yang melintas di jalan. Ada beberapa juga kendaraan dari luar yang mengangkut paketan, mobil ekspedisi, itu kita perbolehkan untuk masuk ke Banyumas,” jelasnya di sela-sela pemantauan di wilayah perbatasan Banyumas-Purbalingga, Sabtu (6/2/2021).

Menurut Agus Nur Hadie, masyarakat di Jawa Tengah sudah memahami pemberlakuan kebijakan Jateng di Rumah, sehingga tidak banyak yang beraktivitas di luar. Namun, jika ditemukan warga kabupaten atau kota di Jateng yang hendak masuk Banyumas, maka akan diminta untuk putar balik dan pulang ke rumah.

Hal senada diungkapkan Bupati Banyumas, Achmad Husein, yang melakukan pemantauan di perbatasan Silado, Banyumas-Purbalingga. Ia menyatakan rasa terima kasih atas kepatuhan masyarakat Banyumas, untuk membatasi aktivitas dan tetap di rumah saja selama dua hari ini.

Bupati menyampaikan, kebijakan Jateng di Rumah semata-mata untuk menekan penyebaran COVID-19. Namun, untuk pasar tradisional tetap diperbolehkan buka, hanya jamnya dibatasi hingga pukul 13.00 WIB. “Pasar tradisional tetap buka, begitu pula dengan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), tetap diperbolehkan untuk beroperasi dan para pekerja harian juga tetap bisa bekerja. Yang diminta tutup adalah toko modern, mall dan sejenisnya,” pungkasnya.

Lihat juga...