Keluarga Korban Banjir di Tojo Una Una Sulteng Direlokasi

TOJO UNAUNA – Delapan Kepala Keluarga (KK), yang menjadi korban bencana banjir di Desa Tayawa, Kecamatan Touna, Kabupaten Tojo Una Una, Sulawesi Tengah, segera direlokasi ke tempat lain. Rumah milik ke-8 KK tersebut hanyut dibawa air banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tojo Una Una, Rusmin Labudu mengatakan, pemerintah daerah sedang mencari lokasi yang tepat untuk melakukan relokasi. “Rencananya korban yang kehilangan tempat tinggal akan kita relokasi. Karena namanya mau cari lahan kan butuh proses dan tidak mudah. Jadi harus kita ‘clear dan clean’ persoalan lokasi ini,” kata Rusmin, Rabu (24/2/2021).

Rusmin menyebut, saat ini pemerintah kabupaten hingga pemerintah desa, terus berkoordinasi dan mebicarakan langkah penanganan tersebut. “Sekarang ini kita lagi konsen untuk membicarakan berkaitan dengan apa yang mendesak dibenahi. Terutama masyarakat yang kehilangan tempat tinggal,” tutur Rusmin

Menurut data BPBD Kabupaten Tojo Una Una, akibat banjir bandang yang terjadi pada Kamis (18/2/2021) lalu, delapan unit rumah terbawa arus dan puluhan rumah lainnya terendam banjir. Sejumlah infrastruktur, seperti jalan, tanggul penahan tebing air dan saluran jaringan air bersih juga mengalami kerusakan.

Sementara itu Camat Tojo, Lider Makaruru mengungkapkan, saat ini delapan KK yang rumahnya hanyut masih mengungsi, di Gedung salah satu madrasah yang ada di wilayah tersebut.  “Masih mengungsi di Gedung Al Khairaat di situ,” ungkap Lider Makaruru.

Menurut Lider, untuk sementara ini ada dua langkah yang akan dilakukan terhadap korban yang rumahnya hanyut tersebut, sambil menunggu rencana relokasi dari pemerintah.

“Pertama, ada beberapa warga yang ditempatkan di rumah warga lain, yang punya rumah juga minta mereka tinggal disitu. Kemudian, ada juga warga yang rumahnya hanyut itu punya lahan sendiri, seperti sawah dan kebun, ditempat itu mereka punya pondok tetapi tidak layak huni, rencananya pondok tersebut yang akan direhab sedikit agar sementara bisa ditinggali,” jelas Lider

Lider menyebut, Rabu (24/2/2021), tim dari Kecamatan, bersama TNI dan Polri, telah turun ke lokasi kejadian banjir untuk mendata kebutuhan masing masing rumah, yang akan diperbaiki tersebut. “Disini ada beberapa pengusaha, kita akan kerja sama dengan mereka untuk membantu korban,” pungkasnya. (Ant)

 

Lihat juga...